Mohon tunggu...
KHAIRUNNISA IKA PUTRI UINJKT
KHAIRUNNISA IKA PUTRI UINJKT Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi UIN Jakarta Prodi Jurnalistik

Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prodi Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Inovasi Pendidikan di Era Modern: Langkah Progresif Menuju Masa Depan Pendidikan yang Lebih Berkualitas

4 Januari 2024   20:12 Diperbarui: 4 Januari 2024   20:22 241
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
MAN 19 Jakarta, Petukangan Utara, Selasa 12/12/2023 (dokumentasi pribadi)

Penulis: Khairunnisa Ika Putri | Editor: Khairunnisa Ika Putri

JAKARTA,- Pendidikan merupakan pilar utama pembangunan suatu negara dan di era modern ini. Inovasi menjadi kunci kemajuan sistem pendidikan. Inovasi pendidikan tidak hanya mengacu pada efektivitas pendidikan di setiap tahunnya tetapi juga mencakup penggunaan teknologi maju seiring berkembangnya zaman.

"Sejak pandemi COVID-19 berlangsung, sistem pendidikan di Indonesia hampir semua menggunakan teknologi canggih berupa laptop ataupun hp. Contohnya, di sekolah saya ini MAN 19 Jakarta Petukangan Utara sudah diberlakukan pelaksanaan PAS (Penilaian Akhir Semester) menggunakan laptop. Jadi, pendapat saya tentang sistem pendidikan di era sekarang sudah efektif karena terus mengikuti perkembangan yang ada," kata Zakwan Fahrel Alrasyid, salah satu siswa MAN 19 Jakarta Petukangan Utara saat di wawancarai pada Rabu (13/12/2023).

Argumen dari Zakwan juga didukung oleh guru SDN 01 Petukangan Utara, Milfa Yeti yang mengatakan bahwa setiap teknologi pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan dalam pengaplikasian teknologi itu sendiri. "Menurut saya, sistem teknologi yang sudah digunakan dalam satuan pendidik sudah sangat efektif dalam mengaplikasikan penggunaan teknologi tersebut sesuai kebutuhannya," ujarnya.

Siswa SDN 01 Petukangan Utara sedang mengerjakan kuis menggunakan HP (dokumentasi pribadi)
Siswa SDN 01 Petukangan Utara sedang mengerjakan kuis menggunakan HP (dokumentasi pribadi)

Selain penggunaan teknologi canggih dalam kegiatan belajar mengajar serta efektivitasnya yang sudah dirasakan oleh beberapa pengguna nya, sistem pendidikan di zaman sekarang juga mengalami perubahan kurikulum belajar. "Semakin perubahan zaman, inovasi dalam kurikulum sudah jauh lebih banyak berubah dan berkembang dengan baik. Saat ini yang dibutuhkan oleh satuan pendidik adalah merubah mindset masyarakat umum dalam memahami perubahan pada kurikulum itu sendiri, agar memahami maksud dan tujuan dari kurikulum yang sedang berkembang saat ini," ujar Milfa Yeti

Pengembangan kurikulum yang relevan dan responsif terhadap kebutuhan zaman sekarang juga menjadi langkah penting. Kurikulum harus mencakup keterampilan yang dibutuhkan di dunia nyata, termasuk pada keterampilan diri, kreativitas, dan pemecahan masalah.

Zaman Modern ini memberikan tantangan tersendiri bagi sistem pendidikan. Dalam menghadapi dinamika perubahan, diperlukan pemikiran dan tindakan proaktif untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Dalam menghadapi kendala sistem pendidikan tersebut, menurut Milfa Yeti cara menghadapinya adalah dengan terus menggali potensi dari SDM (Sumber Daya Manusia) seperti kepala sekolah, guru dan tenaga pendidik, dan mengatasi berbagai permasalahan pendidikan dengan cara memberikan sosialisasi terhadap masyarakat mengenai urgensi pendidikan, mewajibkan menempuh pendidikan selama 12 tahun, memperbaiki kualitas guru, melengkapi sarana dan prasarana pendidikan di satuan pendidikan.

Sebaliknya, menurut Zakwan cara untuk menghadapi kendala kendala pada sistem pendidikan adalah dengan memerlukan sikap aktif dan kolaboratif antara siswa dan guru. Hal yang dapat dilakukan yaitu Pertama, siswa dapat memulai dengan membuka saluran komunikasi yang efektif dengan guru. Misalnya, berbagi pengalaman, tantangan, serta pemberian motivasi dapat membantu siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

Kedua, selain pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas, siswa dapat menggunakan sumber belajar mandiri, seperti buku, artikel, dan materi online. Ini dapat membantu siswa memperdalam pemahaman mereka terkait materi pembelajaran tersebut dan mengatasi potensi keterbatasan dalam kurikulum.

Ketiga, siswa dapat menggunakan teknologi dengan bijak untuk mendukung pembelajaran mereka. Aplikasi, platform daring, dan sumber daya digital lainnya dapat digunakan sebagai alat bantu untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran.

Peran pemerintah juga penting dalam menghadapi kendala sistem pendidikan. Pemerintah di Indonesia sudah melakukan upaya upaya tersebut, seperti pengembangan kurikulum pendidikan yang lebih relevan untuk mempersiapkan siswa dengan kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman dan peningkatan sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang proses pembelajaran.

Tetapi, pada kenyataannya masih ada sekolah -- sekolah yang belum bisa merasakan sarana dan prasarana yang diberikan oleh pemeritah. Hal tersebut menyatakan bahwa pembangunan sistem pendidikan belum merata di Indonesia. "Pemerintah seharusnya memberlakukan pemerataan pembangunan fasilitas pendidikan dan menyediakan pelatihan - pelatihan untuk guru agar dapat mengembangkan pembelajaran yang lebih baik lagi," ujar Milfa Yeti.

Masyarakat dan orang tua juga memiliki peran yang signifikan. Dukungan orang tua dalam pembelajaran anak-anak di rumah dan partisipasi aktif dalam kegiatan sekolah dapat memberikan dampak positif pada prestasi belajar siswa.

Sistem pendidikan yang efektif adalah harapan bagi semua pendidik dan siswanya. Zakwan berharap bahwa semoga ada perbaikan pada sistem pendidikan. "Jam pembelajaran harusnya dipersingkat, tetapi dengan catatan pembelajarannya harus lebih efektif daripada sebelumnya. Jumlah murid di kelas harusnya lebih di kurangi contohnya dalam 1 kelas harusnya terdapat 20-25 murid saja, agar lebih nyaman ketika pembelajaran berlangsung. Harapan saya semoga pendidikan di Indonesia lebih di perhatikan agar dapat menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkualitas," ujarnya.

Milfa Yeti, guru SDN 01 Petukangan Utara juga berharap bahwa terdapat perbaikan infrastruktur dan teknologi, kebijakan, prosedur, pendanaan, dan otonomi untuk satuan pendidikan. Serta perbaikan kepemimpinan, baik untuk masyarakat maupun budaya.

Kemajuan teknologi memang telah sangat membantu sistem pembelajaran untuk mengakses informasi secara cepat dan efektif. Oleh karena itu, guru dan siswa harus menggunakan akses internet, aplikasi pendidikan dan platform pembelajaran online sesuai dengan aturan yang ada agar meningkatkan interaktivitas dalam proses pembelajaran. Tetapi, hal ini bukan hanya tentang menyediakan akses terhadap sumber daya pendidikan tetapi juga tentang menciptakan lingkungan belajar yang menumbuhkan dan mendukung kreativitas generasi bangsa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun