Kevinalegion
Kevinalegion Buruh Digital

Get along between Touring, Cycling, Football dan Food. instagram.com/kevinalegion

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Artikel Utama FEATURED

Mendengarkan Musik Saat Berkendara, Benar atau Salah?

18 Agustus 2015   09:35 Diperbarui: 6 Maret 2018   03:56 1769 20 19
Mendengarkan Musik Saat Berkendara, Benar atau Salah?
Ilustrasi: instrucable.com

Beberapa pendapat menyebutkan musik bisa membantu otak pendengarnya melakukan relaksasi, beberapa orang pun termasuk teman saya memberikan pandangan musik dapat membantu kinerja otaknya semakin baik dan dapat memacu motivasi pada saat beraktivitas bahkan saat bekerja sekalipun.

Saya pun merasakan hal yang sama, kebiasaan yang sudah lama dan mungkin akan sulit dihilangkan ini menjadi rutinitas yang paling sering saya lakukan setiap harinya, putar lagu melalui youtube, soundcloud, media player atau apapun, akan memacu otak saya lebih aktif dan produktif.

Sudah menjadi hal yang lazim, bukan?

Namun, akan berbeda jika kebiasaan mendengarkan musik ini kita bahas penggunaannya saat berkendara. Reaksinya pun akan muncul sangat beragam, banyak yang memutuskan untuk Pro ada juga beberapa yang memilih untuk Kontra. Pendapat yang memilih untuk Pro beberapa memberikan alasan jika musik saat berkendara sebagai pembunuh kebosanan, bayangkan ketika harus stress bermacet-macet ria di Jakarta selama berjam-jam, harus ditambah dengan suasana hening dengan hanya sesekali diiringi alunan dari klakson, bisa mati di jalan rasanya.

Itu jika dilihat dari sisi Pro. Bahkan kebiasaan seperti ini pernah membuat saya harus sering-sering bersilaturahmi ke pos polisi terdekat, Polisi bukan tanpa alasan menegur saya berkali-kali, karena pada saat itu ketika lagi getol-getolnya usaha sambilan saat kuliah, mengharuskan saya bolak-balik Tangerang - Cikupa, Banten untuk mengambil stok dagangan yang sudah habis.

Bagi yang belum tahu bagaimana kondisi jalan di Cikupa, tempat ini adalah lokasi dimana pabrik-pabrik produksi berpusat, tentunya jika melalui pabrik anda akan jamak menemui Optimus Prime (baca; truk trailer) bolak-balik mengantarkan barang dari satu pabrik menuju lokasi pabrik lainnya, maka tak jarang pula sering terjadi kecelakaan yang bisa dibilang sangat mengerikan melibatkan truk trailer ini.

Herannya, masyarakat disini seperti terbiasa dengan beberapa kecelakaan yang terjadi, hanya menyebut istighfar, lalu dengan santainya membersihkan sisa-sisa kecelakaan, padahal pada saat menyaksikan kecelakaan tersebut, membuat saya selama kurang lebih seminggu sulit untuk mengunyah makanan karena selalu terngiang-ngiang dengan kejadian tersebut.

Tak heran, makanya pihak kepolisian akan menjadi yang terdepan di sisi Kontra, selain karena keamanan pengendara mendengarkan musik akan menganggu konsentrasi pengendara. Hal ini bahkan sudah diatur di Pasal 283 UU Lalu Lintas, yang menyebutkan:

Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi, dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan kurungan atau denda paling banyak Rp 750.000.

Selain karena pasal yang sudah diatur, saya meminta pendapat beberapa rekan yang memilih untuk kontra. Mereka rata-rata memberikan pendapat mendengarkan musik saat berkendara itu terlalu bahaya, apalagi khusus pengguna motor, saat mendengarkan musik sudah pasti pengendara tersebut akan sulit mengenali suasana yang ada di sekitarnya, bisa saja ada ambulance yang sedang tergesa-gesa, namun karena pengendara tersebut tidak dapat mendengar suara sirine akibatnya jalan ambulance menjadi terhambat padahal kondisinya mendesak.

Bagaimana jika ada pengendara yang masih baru belajar atau membawa secara ugal-ugalan, akibat bagi yang mendengarkan musik sambil berkendara ini bisa saja fatal dan tertabrak pengendara tersebut karena tidak mampu mengenali situasi jalan dengan cepat karena terhambat suara musik.

Bagi saya akan sulit menempatkan posisi untuk memutuskan untuk pro maupun kontra dengan kebiasaan ini, di satu sisi saya menganggap jika tidak mendengarkan musik saat berkendara akan merasakan bosan dan jenuh luar biasa, di satu sisi saya paham betul dengan kesadaran akan keamanan berkendara jika tidak mendengarkan musik, konsentrasi akan jauh lebih baik.

Saya pernah menguji coba dengan jalur yang ditempuh cukup lumayan jauh Jakarta - Cibodas, dan ketika saya coba untuk tidak mendengarkan musik jenuhnya luar biasa, dan pada akhirnya saya lebih memilih untuk mendengarkan musik dengan volume sedang yang terpenting saya masih dapat mendengarkan suasana di sekitar saat berkendara dengan baik.

Hal ini yang sebenarnya masih menjadi perdebatan jika di dunia motor, walaupun sudah ada aturan yang resmi dari kepolisian, beberapa pabrikan helm bukan saja di Indonesia tapi di dunia, bahkan merilis beberapa tipe helm yang dilengkapi dengan alat pendengar musik lengkap dengan alat komunikasi antara pengendara dan boncenger. Anda tau motor Harley Davidson yang beberapa hari ini mengehebohkan dunia media sosial? Beberapa motor mewah tersebut bahkan dilengkapi audio set yang lengkap layaknya mobil.

Jadi, anda pilih yang mana?

---

Referensi: Tak Mau Disemprit? Kenali UU Lalu Lintas Baru!