Keamanan

Hoaks Gempa Berpotensi Tsunami Berkedok Pencurian

1 Oktober 2018   22:22 Diperbarui: 1 Oktober 2018   22:39 225 0 0

Beberapa hari yang lalu tepatnya 28 September 2018 pukul 17.55 terjadi bencana yang meluluhlantahkan pesisir kota palu dan sebagian besar kabupaten sekitarnya. Kepanikan dan ketakutan mengahantui hampir seluruh masyarakat Sulawesi. Dan sampai saat ini 1 Oktober 2018 pukul 23.21 tercatat sebanyak 6 gucangan yang terjadi disekitar pulau Sulawesi. 

Tentu saja hal ini menjadikan masyarakat Sulawesi selatan selalu waspada terhadap gempa susulan yang bisa saja mengguncang di bumi Sulawesi ini. Namun sangat disayangkan, momen seperti ini ternyata masih saja terdapat oknum yang memanfaatkannya untuk menyebarkan berita-berita hoax yang justru dapat memperburuk keadaan. 

Contohnya saja, baru-baru ini terjadi gempa di perairan sinjai dengan kekuatan 3.1 skala ritcher dan tidak berpotensi tsunami. Namun beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab menyebarkan informasi bahwa perairan di sinjai sudah mulai surut dan tsunami akan terjadi. Sontak membuat warga disekitaran pesisir berhamburan berlarian meninggalkan rumah mereka menuju tempat yang lebih tinggi. 

Namun faktanya tidak ada penyampaian langsung dari BMKG bahwa akan terjadi di tempat itu. Guncangannya pun bisa dikatakan cukup kecil jika menjadi penyebab untuk tsunami. Tentu hal ini membuat perumahan warga menjadi kosong dan sangat berpotensi mengalami pencurian. Jadi kepada masyarakat jika mendapatkan ada info akan terjadinya gempa maka alangkah baiknya mengklarifikasi ke website atau bisa mendownload aplikasi jika terjadi gempa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.