Mohon tunggu...
Kazena Krista
Kazena Krista Mohon Tunggu... semua orang punya mimpi tapi tak semua orang punya target

a feminist | a gig worker | a—visual—story teller | seorang peminum kopi yang taat tiap hari | tinggal di palembang | twitter/instagram: @kazenakrista_

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

(Sebuah Refleksi) Uang: Hamba atau Tuan?

5 Mei 2021   06:15 Diperbarui: 5 Mei 2021   06:36 80 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
(Sebuah Refleksi) Uang: Hamba atau Tuan?
Koin di atas Kayu Cokelat (Sumber: Pexels.com/Foto oleh Pixabay)

Pernahkah kau merasa menyesal telah membuang uang?

Baiklah kita perhalus kata-katanya agar lebih enak dibaca menjadi: pernahkah kau merasa menyesal setelah menggunakan uang?                                              

Jika saya ditodong pertanyaan itu, maka jawabannya tentu saja "ya"—dan tak cukup satu atau dua kali. Tapi, secara spesifik, saya tidak akan membahasnya dalam tulisan ini demi alasan kesopanan.

Namun, sedikit bocoran padamu, saya adalah tipikal orang yang sangat berhati-hati menggunakan uang. Segala sesuatu yang saya tebus dengan uang haruslah melewati serangkaian perkiraan yang matang—dan atau dengan bahasa lain: sesuatu yang akan saya dapatkan (baca: tukarkan) haruslah sepadan dengan nilai uang yang saya keluarkan. Saya kira itu wajar.

Kawan, izinkan kali ini saya bercerita singkat tentang uang.

Sebagai orang yang akrab dengan media sosial, laman Twitter adalah salah satu laman media yang lumayan relevan untuk saya di mana saya dapat banyak hal yang tengah hangat jadi obrolan—dan perihal yang menyangkut dengan uang kerap pula dibicarakan.

Tentu saja menyoal uang (baca: gajitak sekali atau dua kali jadi sorotan.

Ada satu cuitan yang saya tangkap dengan baik melalui tangkapan layar telepon pintar saya mengenai uang (gaji) ini:

Gaji berapa pun kalo gak direncanain, pasti abis. Berapapun. Ngabisin duit gampang dan seru soalnya.

Tak saya tambahi dan tak pula saya kurangi. Isi cuitannya memang demikian.

Lanjutannya:

Gaji 5 juta tapi tahu cara nabung, cara inves, cara simpennya, in the long run bakal lebih tajir dari yang gajinya 10 juta.

O-ow. Tentu saja ada yang sepakat dan ada pula yang tidak; ada yang menyikapinya dengan kewarasan, pun ada yang menjawabnya dengan indikasi umpatan. Sampai di sini jelas akan saya katakan bahwasanya warga laman burung biru gemuk ini memang terkadang kelewatan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN