Mohon tunggu...
Katedrarajawen
Katedrarajawen Mohon Tunggu... Penulis - Anak Kehidupan

Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis. ________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan waktu terjelma menjadi musik ... dan berkarya dengan cinta kasih: apakah itu? Itu adalah menenun kain dengan benang yang berasal dari hatimu, bahkan seperti buah hatimu yang akan memakai kain itu [Kahlil Gibran, Sang Nabi]

Selanjutnya

Tutup

Money

Kita Telah Diracuni, Untuk Menjadi Pelaku Pemanasan Global!

4 April 2010   08:50 Diperbarui: 26 Juni 2015   17:00 134
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Betapa mirisnya hati ketika kita harus melihat anak-anak umur 7 atau 8 tahun berkumpul dipinggir - pinggir jalan dengan sebatang rokok ditangan atau dibibir mereka. Adakah kita menyadari , bila kita adalah termasuk salah satu penyebab perilaku anak-anak itu ? [caption id="attachment_110132" align="alignleft" width="400" caption="google.com"][/caption]

Pemanasan global adalah isu yang lumayan menarik perhatian kita dan khususnya para pemerhati lingkungan . Berbagai langkah telah diambil sebagai pencegahan . Namun dengan telanjang mata pun kita bisa melihat langkah - langkah untuk menyumbang semakin parahnya pemanasan global terjadi setiap hari .

Bahkan mungkin tanpa kita sadari yang kita lakukan itu termasuk sebagai salah satu sumber penyebab pemanasan global ketika kita berteriak - teriak sebagai pelaku gerakan untuk mencegah terjadinya pemanasan global ini !

Salah satunya adalah kegiatan merokok . Ya, merokok , karena didalam sebatang rokok yang kita hisap mengandung gas-gas rumah kaca seperti Co2 dan metana . Walupun merokok bukan sebagai penyebab utama pemanasan global , tetapi diperkirakan setiap tahunnya dari kegiatan merokok ini menyumbangkan 2 miliar kilogram lebih CO2 dan 5 miliar kilogram lebih metana . Bisakah kita membayangkan , bila seluruh penghuni bumi adalah perokok ? Berapa banyak asap rokok yang akan mencemari udara kita yang merupakan sumber kehidupan kita?

Kita tidak bisa menutup mata dengan kondisi yang ada, bahwa kegiatan merokok adalah sudah merupakan keseharian dalam kehidupan kita dan mungkin sudah terbiasa dengan keadaan ini .

Cobalah kita perhatikan dan amati, dimana pun kita berada , kegiatan merokok selalu ada. Ditempat umum, dijalanan, warung, rumah makan , mall, rumah sakit, bahkan di rumah - rumah ibadah asap rokok tiada henti mengepul. Lebih parah lagi, tempat-tempat yang dengan jelas tertulis dilarang merokok pun kegiatan merokok ini terus berlangsung, bahkan oleh seorang sarjana pun tidak terbaca .

Sebagian dari kita bahkan menganggap merokok adalah tidak bermasalah dan justru bermanfaat bagi dirinya . Tetapi tidak mau menyadari atau tidak mau tahu akibat sampingan yang ditimbulkan oleh asap rokok yang di hisapnya .

Berbagai penelitian ilmu pengetahuan dan kajian keagamaan , telah menjelaskan , merokok adalah sebuah kegiatan yang lebih banyak merugikan daripada menguntungkan . Sebisa mungkin untuk menghindarinya.

Tetapi kenyataannya ada juga banyak yang telah menyadari akibat buruk dari merokok ini, tetapi tetap melakoninya , sehingga menjadi contoh bagi orang lain untuk melakukannya. Bahkan tanpa kita sadari oleh anak-anak yang baru tumbuh disekitar lingkungan kita.

Dalam hal ini adalah juga kekurang tegasan pemerintah berkenaan dengan industri rokok karena berhubungan dengan pemasukan pajak yang begitu menggiurkan . Dilain sisi mendatangkan pajak yang besar tetapi dilain sisi membuat rakyatnya semakin miskin . Karena seperti yang kita ketahui sebagian besar perokok adalah termasuk rakyat yang berpendapat rendah .

Satu hal lagi yang selam ini tak bisa kita bendung adalah begitu gencarnya promosi - promosi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan rokok dengan iklan - iklannya yang begitu bebas di media-media cetak dan elektronik . Selain asap rokoknya yang selama ini sudah meracuni kita, kini iklan-iklannya pun turut meracuni otak-otak anak-anak kita tentang kegagahan sebagai seorang perokok .

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun