Mohon tunggu...
Katedrarajawen
Katedrarajawen Mohon Tunggu... Penulis - Anak Kehidupan

Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis. ________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan waktu terjelma menjadi musik ... dan berkarya dengan cinta kasih: apakah itu? Itu adalah menenun kain dengan benang yang berasal dari hatimu, bahkan seperti buah hatimu yang akan memakai kain itu [Kahlil Gibran, Sang Nabi]

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Deddy Corbuzier dan Omong Kosong Percaya Diri

23 Agustus 2021   12:40 Diperbarui: 23 Agustus 2021   15:10 578
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Akhirnya melalui pemeriksaan di rumah sakit harus rawat inap karena keadaan mengkhawatirkan. 

Pengalaman yang sangat berharga bahwa jangan sekali-kali menyepelekan penyakit ini. Jangan sampai kepercayaan diri yang begitu tinggi justru mencelakakan diri sendiri di kemudian hari. 

Percaya diri tentu saja bagus, tetapi yang berlebihan itu yang tak bagus. 

Selain membuat kita mudah tergelincir menjadi tinggi hati juga menjadi orang yang suka meremehkan sesuatu hal. 

Apabila sudah demikian, ketika tanpa terduga kepercayaan diri yang ada membuat kita terjatuh, maka akan hadir rasa kekecewaan yang luar biasa. Hadir penuh tanya. 

Bagus , kalau kejadian ini dapat menyadarkan atau menjadi titik balik bangkitnya kesadaran di dalam diri. Bagaimana bila justru dalam kekecewaan yang mendalam ini kita kehilangan  asa?  

Hal ini bisa terjadi karena tidak bisa menerima kenyataan yang ada. Pasti menyakitkan ketika kepercayaan diri membuat kita mengalami kekalahan dan kehilangan harga diri. 

Satu kejadian yang teramat sangat mengecewakan, tak jarang dapat meruntuhkan kepercayaan diri yang demikian tinggi selama ini. Mengubah kondisi hidup seseorang berbalik 180 derajat. 

Tadinya ceria dan antusias menjalani hidup, tiba-tiba jadi pendiam dan kehilangan semangat. Tadinya motivator jadi tukang molor. 

Tentu kita  tidak berharap kejadian yang mengenaskan itu terjadi. Oleh sebab itu, pilihan terbaik  tidak berlebihan dalam bersikap percaya diri. 

Yang lebih utama lagi siap menerima kenyataan sepahit apapun dalam hidup ini dengan jiwa yang lapang dan hati terbuka. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun