Mohon tunggu...
MArifin Pelawi
MArifin Pelawi Mohon Tunggu... Akuntan - Mahasiswa S3

Seorang pembelajar tentang pendidikan

Selanjutnya

Tutup

Money

Peluang Industri Pendidikan Tinggi

10 Mei 2018   15:30 Diperbarui: 10 Mei 2018   18:36 537
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Namun, Malaysia dan Singapura memiliki kelemahan yang membuat universitas asing sebenarnya merasa tidak menarik membuka cabang di sana. Ke dua negara tersebut masih ada pengekangan pada kebebasan berpendapat.

Selain itu di Singapura biaya hidup yang mahal bahkan bisa melebihi negara asal universitas membuat banyak mahasiswa dari India dan China mengurungkan niat berkuliah disana. Beberapa universitas asing yang buka cabang di Singapura telah tutup,  ditengarai penyebabnya adalah keengganan mahasiswa untuk kuliah di cabang ketika biaya yang dikeluarkan malah lebih besar daripada langsung di pusat universitas.

Indonesia harus menangkap peluang ini. Pembukaan universitas asing bukan saja akan mengurangi jumlah devisa negara karena mengurangi mahasiswa Indonesia yang kuliah ke luar negeri tetapi juga bisa menarik devisa dengan mendatangkan mahasiswa asing.

Selain itu spillover  efek dari universitas itu akan sangat baik untuk perekonomian lokal tempat universitas membuka cabang. Ketakutan bahwa universitas asing akan membunuh universitas swasta dalam negeri juga tidak beralasan. Pemerintah bisa membatasi rangking dari universitas yang boleh buka cabang.

Ketika itu dilakukan maka biaya kuliah yang ditarik oleh universitas top mencapai  ratusan juta per tahun. Nilai yang tentu saja tidak akan menjadi saingan dari universitas lokal.

Orang yang mampu kuliah di sana bukan merupakan orang yang akan memilih kuliah di universitas lokal walau universitas asing dilarang buka di Indonesia. Jadi merupakan ketakutan yang tidak wajar jika alasan penolakan pembukaan universitas asing karena melindungi universitas lokal.

Tempat yang baik untuk membuka universitas asing adalah daerah sekitar Banyuwangi. Daerah yang memiliki kedekatan wilayah dengan Bali ini akan bisa menjadi tambahan daya tarik bagi mahasiswa dan dosen asing untuk datang.

Pada sisi lain, walau tempatnya dekat namun harga lahan di daerah tersebut jauh lebih murah dari Bali yang akan mengurangi biaya akomodasi. Biaya akomodasi yang merupakan momok bagi banyak mahasiswa untuk kuliah di Singapura yang terkenal akan mahalnya biaya lahan.

Selain itu, daerah tersebut pasti memiliki tanah negara yang cukup luas dan bisa dipinjamkan kepada universitas asing secara gratis sehingga mereka mau berinvestasi di sana.

Pada sisi transportasi ke daerah tersebut juga mudah karena bisa melalui dua jurusan yaitu melalui Surabaya atau melalui Denpasar. Hal yang akan membuat universitas asing yang buka disana tidak sulit untuk dicapai dari luar negeri.

Pembukaan universitas asing tidak memiliki keburukan bagi Indonesia. Hal yang terjadi malah bisa menjadi sumber penyediaan tenaga kerja dan menyumbang perkembangan ekonomi di suatu daerah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun