Mohon tunggu...
Ika Kartika Sari
Ika Kartika Sari Mohon Tunggu... A Mom

Business Antusiasm, A Mom

Selanjutnya

Tutup

Politik

Mengenal Voting Mail ala Pilpres Amerika

7 November 2020   11:19 Diperbarui: 7 November 2020   11:37 70 7 0 Mohon Tunggu...

Minggu ini adalah minggu yang seru, mengapa? Melihat pertarungan sengit antara trump dan biden memperebutkan kursi orang no. 1 di United States aka Amerika Serikat. Sudah lebih dari 50 persen suara memilih mantan wakil presiden Obama tersebut, iyah John Bidden. Penting memang momen ini karena memperhatikan dan mengamati pilpres Amerika ini memang sangat menegangkan, bagai Serial action di Netflix. Tapi yang menarik perhatian saya bukan hanya itu, tapi sistem Pemilu AS di masa pandemi ini, sempat menjadi sorotan berbagai pihak. Mengingat di AS banyak sekali yang terserang virus covid-19, lantas muncul lah sistem Mail in Ballot atau absentee Ballot atau voting by mail. 

Absentee ballot atau Mail in Ballot

Bersadarkan sumber BBC.com  apa itu Absentee Ballot( Surat suara absensi) sebenarnya ? Mari kita mulai dengan beberapa dasar pemilihan. Biasanya, sebagian besar pemilih AS memberikan suara mereka secara langsung di tempat pemungutan suara berdasarkan tempat mereka terdaftar untuk memilih. Surat suara adalah bentuk fisik (atau mesin pemungutan suara elektronik yang setara) yang diisi oleh pemilih; itu mencantumkan kandidat, masalah, dan sebagainya yang dipilih seseorang.

Surat suara yang tidak hadir adalah surat suara yang digunakan untuk memberikan suara yang tidak hadir, yang biasanya dikirimkan melalui surat oleh orang yang tidak hadir. Absen, di sini, mengacu pada orang yang tidak dapat hadir secara fisik di pusat pemungutan suara pada Hari Pemilihan. Pemungutan suara tanpa kehadiran di Amerika kembali ke era Perang Saudara, dan setiap negara bagian mengizinkan pemungutan suara semacam ini dalam beberapa bentuk --- dan undang-undang federal, pada kenyataannya, mengharuskan surat suara dikirim ke militer dan pemilih luar negeri untuk pemilihan federal.

Untuk mendapatkan surat suara absensi, pemilih terdaftar harus memintanya melalui pemerintah negara bagian mereka, yang menerima atau menolak aplikasi tersebut. Ketika seseorang disetujui untuk memilih absen, petugas pemilu mengirimkan surat suara yang tidak hadir kepada pemilih, yang mereka lengkapi dan tanda tangani, dan kembalikan melalui pos atau, dalam keadaan tertentu, faks. Pejabat dapat menolak surat suara yang tidak hadir jika diisi dengan tidak benar, dan pemilih akan menghadapi hukuman berat jika memalsukan informasi.

Semua negara bagian, sekali lagi, mengirimkan surat suara yang tidak hadir ke militer dan pemilih luar negeri yang memintanya. Di 16 negara bagian *, surat suara tanpa kehadiran adalah satu-satunya bentuk pemungutan suara melalui surat yang diizinkan oleh undang-undang, dan pemilih diwajibkan untuk memberikan alasan mengapa mereka tidak dapat pergi ke lokasi pemungutan suara pada Hari Pemilu. Ada beberapa alasan penduduk mendapatkan surat suara absensi,antara lain dikarenakan:

1. Berada di luar negara tempat mereka terdaftar untuk memilih
2. Menjadi mahasiswa yang tinggal di luar kabupaten
3. Memiliki penyakit atau kecacatan
4. Bekerja atau menjadi juri selama jam pemungutan suara
5. Berperan sebagai petugas pemilu atau pemantau pemilu
6. Memiliki keyakinan atau praktik agama yang mencegah mereka pergi ke TPS
7.Berada di penjara tapi masih bisa memilih

Sementara itu Mail in Ballot ,diadakan oleh Lima negara bagian — Washington, Oregon, Colorado, Utah, dan Hawaii — telah melaksanakan pemilihan mereka melalui proses pengiriman melalui pos yang sering disebut sebagai pemungutan suara semua melalui surat(Mail in Ballot)  Para pemilih yang terdaftar di negara-negara bagian ini secara otomatis menerima surat suara, yang dikirim ke alamat mereka sebelum Hari Pemilu dan dikirimkan kembali oleh pemilih atau disimpan di lokasi pemungutan suara atau dropbox aman pada waktu tertentu pada Hari Pemilu.

Di negara bagian ini, istilah surat suara absensi dapat secara khusus mengacu pada surat suara yang diminta oleh pemilih yang akan keluar dari negara bagian (misalnya, untuk kuliah, bepergian, dll.) Pada saat pemilihan, dan karenanya tidak bisa menerima surat suara mereka di alamat terdaftar mereka.

Intinya sistem pemilu seperti ini sangat baik dimasa pandemi ini. Bagaimana tidak, tak terbayang rasanya jika ditengah kerumunan pemilu banyak berjatuhan korban terserang virus covid-19.

Indonesia menuju Pilkada

Dilansir dari data  International Foundation of Electoral System pada 25 Agustus 2020, secara global lebih dari 111 pemilihan dan referendum di 65 negara ditunda dikarenakan Pandemi covid-19 yang semakin meluas mengancam keselamatan masyarakat dunia. 

Pro Kontra Pemilu juga terjadi di Indonesia, lagi-lagi dimasa pandemi ini banyak masyarakat kecewa karena Pilkada di daerah akan dilakukan berbondong-bondong seperti tidak mengindahkan adanya srangan virua covid-19. Masyarakat awam mungkin ada yang tidak paham, kampanye pasti kembali akan ramai diadakan dimana-mana. Alhasil mungkin akan terjadi lonjakan penyebaran virus. 

Indonesia akan menyelanggarakan Pilkada 2020 segera. Pemungutan suara akan digelar pada 9 Desember 2020. Penyelenggara pemilu, pemerintah, dan DPR optimistis pilkada dapat terselenggara dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Namun, seringnya pelanggaran yang terjadi terhadap protokol kesehatan baik ketika pendaftaran bakal calon kepala daerah dan kampanye tatap muka yang masih tetap dilakukan, tanpa regulasi yang jelas. Hal ini menyisakan kekhawatiran dari banyak kalangan bahwa pilkada berpotensi menjadi klaster baru penularan covid-19 dan mengancam kredibilitas pilkada. Trik KPU dan pemerintah adalah Protokol kesehatan yang ketat, tapi apakan bisa diterapkan seperti yang diharapkan.

Menurut saya, pemerintah bisa saja mempelajari dan mengadaptasi pemilu AS atau Singapura yang berhasil dengan aman melaksanakan Pemilu 10 Juli 2020 yang lalu. Namun menurut saya menggunakan sistem Main in Ballot atau Pengiriman suara merupakan metode yang patut dicontoh. Penyaluran surat suara diberikan dengan setiap nama pemilih melalui RT/RW kemudian selanjutnya dimasukkan ke kotak suara. Tanpa harus mengumpulkan keramaian, potensi penyebaran virus lebih minim, yang lebih penting masyarakat.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x