Mohon tunggu...
SATRIA KUSUMA DIYUDA
SATRIA KUSUMA DIYUDA Mohon Tunggu... ya begitu deh...

Menulis di waktu senggang saja...

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Pilihan

Penerawangan Peta Politik Pasca Pengumuman Kabinet Kerja Jilid II

5 November 2019   13:36 Diperbarui: 5 November 2019   14:21 136 0 0 Mohon Tunggu...

Pasca pengumuman Kabinet Kerja Jilid II oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 20 Oktober 2019 kemarin, dan masuknya Gerindra ke dalam koalisi pendukung Jokowi-KHMA, membuat peta politik Indonesia kembali mencair. 

Ketegangan tidak lagi terbagi ke dalam dua kubu yang saling berhadapan, namun menjadi faksi-faksi kecil yang kemudian mereposisi diri untuk membuat sebuah faksi besar baik untuk mendukung pemerintahan, menjadi oposisi ataupun menjadi keduanya. 

Permainnya kemudian bukan lagi menjadi pemenang absolut yang menguasai semua kursi, namun bagaimana menambah konsesi kekuasaan di semua lini baik di eksekutif, legislatif maupun lembaga tinggi negara lainnya.

Pintu masuk persaingan antar partai dan antar kelompok partai yang terdekat akan beralih ke gedung Parlemen di Senayan. Menurut penerawangan penulis, partai-partai akan mengelompokkan diri mereka ke dalam tiga kelompok besar, die hard pemerintah, di sini kemungkinan akan tergabung PDI Perjuangan dan Gerindra. Kelompok kedua adalah pemain dua kaki, kemungkinan adalah Nasdem, PAN, PKB, PPP serta Golkar, dan kelompok ketiga adalah oposisi sejati yang terdiri dari kutub Demokrat dan PKS.

Selain itu di luar kelompok partai ini terdapat dua ormas besar yang memiliki pengaruh politik besar terhadap parta-partai ini yaitu NU dan Muhammadiyah, di mana kedua ormas besar ini terlihat sangat tidak puas dengan susunan kabinet yang telah dibentuk oleh Presiden. 

Terlihat NU sebagai Ormas besar yang memiliki banyak pengaruh melakukan manuver setidaknya mulai mendekati FPI sebuah ormas yang pada waktu pemilu lalu sangat keras bersuara melakukan kampanye negatif terhadap pasangan Capres Jokowi-KHMA. NU sendiri tidak puas dengan posisi Menteri Agama yang selama ini menjadi tradisi di pegang oleh tokoh-tokoh yang mewakili NU. 

Di sisi lain, juga terdapat kelompok Gusdurian yang selama ini bekerja keras memenangkan JKW-KHMA, sekaligus berhasil menarik Prabowo untuk masuk kedalam pemerintahan JKW, namun tidak mendapat posisi strategis di pemerintahan. 

Sedangkan Muhammadiyah sendiri, memprotes penunjukan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, walaupun memang selama pilpres berlangsung, Muhammadiyah cendrung untuk beroposisi terhadap JKW-KHMA.

Manuver partai Politik

Setelah pengumuman nama-nama Menteri Kabinet Kerja, Partai Nasdem melakukan manuver untuk bertemu dengan Presiden PKS, hal ini setidaknya menjadi pintu pertama untuk melakukan komunikasi antara Nasdem dan PKS dan dapat berlanjut ke partai oposisi lainnya seperti PAN ataupun mungkin saja Demokrat. 

Mungkin saja ke depannya jika ada isu seksi yang dapat menaikkan daya tawar Nasdem di pemerintah, Nasdem dapat menarik dukungan dari PKS atau partai oposisi lainnya melalu PKS sebagai jembatan untuk kepentingan Nasdem kedepannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x