Mohon tunggu...
Kang Win
Kang Win Mohon Tunggu... Penikmat kebersamaan dan keberagaman

Ingin berkontribusi dalam merawat kebersamaan dan keberagaman

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Artikel Utama

Antara Pisang dan Gedang, Keunikan Bahasa-bahasa Nusantara

28 Juni 2020   01:00 Diperbarui: 29 Juni 2020   02:02 982 26 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Antara Pisang dan Gedang, Keunikan Bahasa-bahasa Nusantara
Ilustrasi buah pisang (Sumber: Thinkstock via Kompas.com)

Bagi orang Jawa, pisang dan gedang itu buah yang sama. Tapi tidak bagi orang Sunda, pisang itu berbeda dengan gedang.

Kalau orang Jawa menyebut "gêdang", maka yang dimaksud adalah buah pisang dalam bahasa Indonesia. Tapi "gêdang" yang disebut oleh orang Sunda, itu menunjuk kepada buah pepaya dalam bahasa Indonesia.

Singkatnya, "gêdang" adalah kata dalam bahasa Jawa untuk buah pisang. Sedangkan "gêdang" dalam basa Sunda adalah buah pepaya. Untuk buah pepaya, orang Jawa menyebutnya dengan "katès." Sementara pisang dalam bahasa Sunda adalah "cau."

Jadi kalau orang Jawa datang ke daerah Sunda membawa "gêdang", sampai di tempat tujuan berubah menjadi "cau". Sebaliknya kalau orang Sunda membawa "gêdang" ke daerah Jawa, akan berubah menjadi "katès."

Pusing ya pembaca? Tapi gak usah terlalu dipikirin, ini cuma cerita ringan aja kok. Cerita tentang keunikan bahasa daerah sebagai bagian dari keindahan budaya Nusantara.

Yang unik, kata pisang dalam terminologi umum (biar keren sedikit) masyarakat Sunda, khususnya para penutur tradisional basa Sunda tidak selalu identik dengan buah pisang dalam bahasa Indonesia. Kok bisa?

Wahyutink.com
Wahyutink.com
Ya seperti dikemukakan di atas, ketika berbicara dalam bahasa Indonesia, orang Sunda tentu menggunakan kata pisang bukan cau. Tapi kata pisang, biasa digunakan juga dalam percakapan basa Sunda.

Namun penggunaan kata pisang dalam percakapan orang Sunda, bukan menunjuk kepada nama buah dalam bahasa Indonesia. Kalau anda mengenal penganan berbahan dasar pisang, digoreng terbungkus tepung terigu, maka kita akan menyebutnya sebagai pisang goreng.

Nah orang Sunda menyebut pisang goreng, hanya dengan kata pisang. Jadi pisang menurut orang Sunda adalah cau yang digoreng. Sampai di sini tampak bahwa pisang identik dengan cau.

Namun, pisang tidak selalu cau. Pisang bisa juga menunjuk kepada peuyeum sampeu (tape singkong).

Kalau pisang yang digoreng disebut pisang cau, maka ketika tape singkong digoreng dengan cara yang sama, tidak disebut peuyeum goreng tapi pisang peuyeum. Maka jadilah ada penganan yang bernama pisang cau dan pisang peuyeum.

Dokpri
Dokpri
Saya tidak tahu kenapa dan mulai kapan kata pisang dalam bahasa Sunda bisa bergeser seperti itu. Orang Sunda menyebut pisang cau untuk pisang goreng, dan pisang peuyeum untuk tape yang digoreng. Saya menduga, sekali lagi ini hanya dugaan, ini disebabkan oleh 2 hal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN