Mohon tunggu...
Raditya Riefananda
Raditya Riefananda Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penjual Buku Eceran | Founder Aksarapedia.id "Hanya manusia biasa yang gemar menulis. Menulis yang saya bicarakan, berbicara apa yang saya tuliskan. Menulis apa yang saya lakukan, melakukan apa yang saya tuliskan."

Selanjutnya

Tutup

Politik

Kronologi Pelarangan Cadar di UIN Sunan Kalijaga

10 Maret 2018   13:37 Diperbarui: 10 Maret 2018   13:51 1627
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

1.Larangan bercadar bagi dosen pengajar di UIN Jakarta

Kutip :

Kebijakan serupa rektor UIN Yogya sebetulnya pernah ada di UIN Jakarta. Bedanya, di UIN Jakarta yang dilarang adalah dosen berinisial "M", dan bukan peraturan yang berlaku umum. Ketika itu, rektor UIN Jakarta, Dede Rosyada, berargumen kalau kegiatan belajar-mengajar di kelas yang diampu M akan terganggu. M bahkan diberi pilihan untuk mengundurkan diri.

Dede mengaku pernah memberikan pilihan soal ini, yaitu dosen bercadar tetap bisa mengajar sepanjang melepasnya ketika di kelas. Atas pilihan itu M mengambil opsi berhenti mengajar. "Pilihan dia mengundurkan diri, bukan saya pecat," kata Dede kepada Tirto, 1 Agustus lalu.

Sumber

2.Pembinaan mahasiswi bercadar di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Jogyakarta

Kutip :

"Rektor UAD, Kasiyarno mengatakan, belum lama ini pihaknya sudah memerintahkan Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD untuk mendata dan membina mahasiswi bercadar yang ada di kampus."

"Kasiyarno menerangkan, alasan UAD berencana mendata mahasiswi bercadar karena pihaknya ingin meluruskan paham para mahasiswi tersebut."

Bahkan menurut penulis, dalam hal ini UAD lebih tegas memaparkan alasannya dengan berani memberikan argumentasi tentang penggunaan cadar bagi seorang wanita.

Kutip:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun