Mohon tunggu...
Panji Joko Satrio
Panji Joko Satrio Mohon Tunggu... Pekerja swasta, . Lahir di Purbalingga. Tinggal di Kota Lunpia.

Email: kali.dondong@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

TNI Grebek Pabrik Oli Palsu di Semarang

20 Maret 2015   07:18 Diperbarui: 17 Juni 2015   09:24 0 0 0 Mohon Tunggu...

Barusan baca berita, aparat TNI menggrebek pabrik oli palsu di Kota Semarang. Pabrik berlokasi Jalan Beton Mas, Panggung Lor, Semarang Utara. Pemilik bernama Handoyo. Aparat yang menggrebek berasal dari Kodim 0733 BS/Semarang dan Den Intel Kodam IV/Diponegoro. Situs berita lain menulis, satuan Banteng Raider turut dalam operasi penggebekan itu. Berita di sini. Sebagai rakyat kecil, saya mengucapkan terima kasih kepada TNI yang telah melakukan penggrebekan pabrik oli palsu. Juga berterima kasih, TNI telah mempelopori penggerebekan pabrik pengoplosan pupuk. Merek oli yang dipalsukan adalah Yamalube, Mesran, AHM, Federal Oil, Shell, dan Castro. Lokasi peredaran Semarang ke timur hingga Pati. Modus pelaku, mengggunakan  botol oli bekas dengan membeli dari pemulung. Oli palsu ini sangat berbahaya. Karena bisa merusak mesin. Dalam berita tidak ditulis, oli palsu itu untuk sepeda motor atau mobil. Jadi tidak tahu, korbannya roda empat atau roda dua. Kemasan oli palsu yang diracik Handoko sangat profesional. Sangat mirip aslinya sehingga konsumen gampang terkecoh. Di sisi lain, kebanyakan orang "pasrah bongkokan" pada bengkel saat melakukan ganti oli. Oli Bekas Perihal ada pabrik oli palsu di Semarang, saya sudah menduga sejak lama. Beberapa bulan lalu, saya melakukan ganti oli motor di bengkel. Saat itu saya melihat orang membeli oli bekas dari bengkel tersebut. Oli-oli bekas itu ditampung dalam jeriken besar, diangkut menggunakan sepeda motor roda tiga. Penasaran, saya bertanya pada pemilik bengkel. Untuk apa oli-oli bekas itu? Si bengkel menjawab, dibikin oli baru. Lokasinya, di daerah pelabuhan. Dari situ saya yakin, ada pabrik oli bekas. Tapi, sebagai rakyat kecil ya nggak bisa ngapa-apa. Cuma bisa nunggu aparat hukum bergerak. Saya juga nggak merasa perlu lapor, karena (mestinya) aparat hukum punya sumberdaya besar sehingga (harusnya) sudah bisa mendeteksi. Pabrik oli palsu ini sudah beroperasi 1,5 tahun. Jadi mungkin sudah banyak sepeda motor atau mobil yang jadi korban ini. Mungkin, motornya jadi gampang  rusak. Sebagai rakyat kecil, saya berharap langkah TNI ini diapresiasi. Jangan disalah-salahkan, melanggar prosedur, melanggar tupoksi, dll. Saya juga berharap, aparat hukum lain lebih giat menindak kejahatan yang nyata-nyata merugikan masyarakat. Dua jempol untuk TNI! link: http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/produsen-oli-palsu-digerebek-kodim/