Mohon tunggu...
Kartika Eka H
Kartika Eka H Mohon Tunggu... Perajin Souvenir

...penikmat musik, traveling, fotografi, bola, buku cerita, humaniora dan kuliner berkuah kaldu ..... ingin sekali keliling Indonesia!

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Ikan Haruan, Rahasia Bugar Urang Banjar Sejak Ratusan Tahun Silam

30 Juli 2019   22:50 Diperbarui: 31 Juli 2019   18:50 0 24 7 Mohon Tunggu...
Ikan Haruan, Rahasia Bugar Urang Banjar Sejak Ratusan Tahun Silam
Iwak Haruan/Ikan Gabus (olx)

Tradisi dan Budaya Kota 1000 Sungai
Kota Banjarmasin yang menjadi Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan dikenal dunia dengan julukannya yang unik, yakni Kota 1000 Sungai. Banjarmasin menyimpan beragam tradisi dan budaya bahari (Bahasa Banjar: tua) sebagai kearifan lokal yang berakar dari landscape alam khas dataran rendah delta Sungai Barito, salah satu sungai terbesar dan terpanjang di Indonesia.

Sebagian besar, daratan Kota Banjarmasin yang konon mempunyai ketinggian rata-rata 80 cm di bawah permukaan air laut didominasi oleh lahan basah permanen berupa sungai dan rawa-rawa. Banyaknya sungai yang membelah daratan kota perdagangan tua pada bagian tenggara Bornea plus rawa-rawa lebak yang tersebar hampir di seluruh penjuru kota inilah, yang menjadi alasan dari julukan Kota 1000 Sungai. 

Baca Juga: Mengenal "Iwak Kalabau" Maskot Kota Banjarmasin yang Terancam Punah

Perjalanan panjang proses interaksi antara Urang Banjar dengan topografi unik alam Kalimantan Selatan, khususnya Kota Banjarmasin yang telah berlangsung berabad-abad lamanya kelak menghasilkan budaya unik khas Banua Banjar yang biasa disebut sebagai budaya sungai dimana sungai (dan rawa) menjadi salah satu urat nadi terpenting dalam tata kehidupan masyarakat.

Dari budaya sungai inilah, akhirnya muncul berbagai tradisi dan budaya turunan yang memperlihatkan pola hubungan yang sangat harmonis dan bersifat simbiosis mutualisme antara sungai dan manusia. Salah satunya yang paling mudah dilihat adalah budaya kuliner khas Urang Banjar yang sebagian besar merupakan olahan dari hasil sungai (dan rawa).

Kalau anda perhatikan, mayoritas kuliner khas dari Kota Banjarmasin didominasi oleh jenis olahan berbahan dasar ikan air tawar dan kalaupun ada yang selain olahan dari ikan air tawar, biasanya bahan dasarnya juga tidak jauh-jauh dari hasil sungai (dan rawa), seperti dari telur itik, daging itik, burung belibis dll. Begitu juga dengan beragam sayurannya, seperti genjer, sulur bunga teratai dan yang lainnya.

Iwak Haruan di Alam (yusriazmispi.wordpress.com)
Iwak Haruan di Alam (yusriazmispi.wordpress.com)

Mengenal Ikan Haruan/Ikan Gabus (Channa Striata)
Salah satu jenis bahan kuliner khas Urang Banjar hasil dari sungai atau rawa yang paling banyak diminati masyarakat secara umum adalah Iwak Haruan atau biasa disebut juga dengan ikan gabus (Channa striata), yaitu ikan jenis predator air tawar yang mempunyai habitat hidup utama di sungai dan rawa, elemen alami dan khas dari landscape Kota Banjarmasin.

Ikan jenis predator bermulut besar yang juga dilengkapi dengan gigi besar dan tajam ini suka makan berbagai jenis ikan dan hewan air lainnya seperti keong, cacing, berudu, kodok bahkan juga burung-burung kecil ini mempunyai sebaran populasi yang cukup luas mulai dari semua kawasan Asia Selatan (Pakistan, Nepal, India, Bangladesh, dan Sri Lanka) sampai ke Tiongkok bagian selatan hingga wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Fantastis! Harga Dua Jenis Ikan Ini Sama dengan Harga Daging Sapi

Anatomi bentuk tubuh Iwak Haruan yang secara internasional dikenal dengan sebutan common snakehead, snakehead murrel, chevron snakehead atau juga striped snakehead karena bagian kepalanya yang sedikit lebih besar dan gepeng mirip kepala ular ini adalah gilig memanjang seperti rudal dengan sirip membulat di ujungnya dan sisik-sisik besar di atas kepala.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x