Mohon tunggu...
irvan sjafari
irvan sjafari Mohon Tunggu... Jurnalis - penjelajah

Saat ini bekerja di beberapa majalah dan pernah bekerja di sejumlah media sejak 1994. Berminat pada sejarah lokal, lingkungan hidup, film dan kebudayaan populer.

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

Prey, Prekuel Predator Berwajah Feminis

23 September 2022   14:42 Diperbarui: 24 September 2022   21:03 684
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Naru menghadapi singa di atas pohon menegangkan, ini memberinya proses pembelajaran.  Naru jatuh dan pingsan.  Kakaknya berhasil membawa singa gunung dan memenggal kepalanya dan diangkat jadi Ketua Perang. Namun Naru tak memberitahu bahwa puma itu sudah dilukainya dan kakaknya ibarat pemain sepak bola tinggal mencetak gol yang diumpankannya.

Namun dia menerima kemenangan kakaknya, karena dia  menganggap masalah belum selesai. Masih ada ancaman yang lebih besar yang akan dihadapi sukunya.

Remaja perempuan itu terus belajar.  Dia berhasil memburu kelinci berkat latihan keras melempar kapak.  Naru terjebak lumpur pengisap namun dia berhasil keluar berkat kapak bertali yang dibuatnya. Pengalaman-pengalaman ini kelak menjadi bekal baginya.

Ceritanya bergulir, teman-temannya akhirnya tahu apa itu predator. Tiga pemuda suku Commanche dibantai predator. Sementara Naru  dan kakaknya ditangkap orang Prancis yang ingin buru predator. Keduanya dijadikan umpan. 

Sayangnya predator bukanlah singa atau buaya yang mau menghampiri umpan, predator mencari buruan yang tangguh. Predator tidak mau membunuh spesies yang dianggapnya tidak berbahaya.  Orang Prancis itu yang dijadikan buruannya.

Pelan-pelan Naru memahami bagaimana menghadapi predator. Prey menyuguhkan cerita yang paling menarik di antara waralaba Predator bahkan punya kearifan lokal. Bahkan bisa mengalahkan cerita aslinya yang terlalu maksulinitas. 

Adegan dalam Prey | Kredit: Slashfilm.com
Adegan dalam Prey | Kredit: Slashfilm.com

Prey memperlihatkan bahwa manusia yang dianggap primitif bisa lebih bijak. Prey mengejek orang kulit putih yang merasa dirinya superior. Saya ingat buku yang ditulis Claude Levi-Strauss, Ras dan Sejarah yang mengkritisi pandangan orang Barat yang memberi stigma pada masyarakat yang hidup di hutan sebagai liar, padahal mereka punya rasa kekerabatan, saling tolong menolong.  Prey mengkritik orang kulit putih menganggap orang Indian sebagai binatang.

Catatan lainnya yang saya berikan, tokoh utama dalam Prey  adalah perempuan. Ini  membuktikan bahwa perempuan bisa melakukan apa yang dilakukan laki-laki  menjadi pemburu.  Bahkan Naru membuktikan bahwa berburu itu bukan hanya soal otot, tetapi kecerdasan. Perempuan itu berburu lebih cerdas.

Saya terkesan dengan adegan Naru  mengalahkan empat pria Prancis yang mengingatkan saya pada adegan  prajurit Amazon melawan tentara Jerman yang laki-laki dalam Wonder Woman.  Naru mengingatkan orang desanya bahwa ancaman bukan hanya predator, tetapi juga orang kulit putih.

Prey juga menyapaikan agenda lingkungan. Bangkai puluhan bison yang ditemukan Naru bergelimpangan, kritik terhadap orang kulit putih penyebab kepunahan bison.  Prey bukan sekadar fiksi ilmiah belaka, tetapi juga memberikan perspektif yang menarik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun