Tekno

Bisnis Kriminal

13 Maret 2018   13:08 Diperbarui: 13 Maret 2018   13:19 582 0 0
Bisnis Kriminal
sumber gambar: The Register

Beberapa waktu yang lalu polisi menangkap empat anggota kelompok Muslim Cyber Army (MCA) di empat provinsi berbeda, yakni Jakarta, Bangka Belitung, Bali dan Jawa Barat. 

MCA merupakan kelompok terorganisir yang memunculkan keresahan dalam jagad dunia maya karena melakukan penyebaran isu berita bohong (hoax)dan kebencian (hatespeech). MCA aktif menyebarkan berita bohong dan pernyataan kebencian di media sosial, terutama Facebook. Komunikasi antar anggota MCA dilakukan di grup WhatsApp "The Family MCA." 

Kelompok MCA bila kita amati secara mendalam akan tampak mengarah pada serangan politik. Misalnya saja, penghinaan terhadap presiden, pencemaran nama baik aktor politik maupun non-politikus (namun, memiliki linkdengan aktor politik tertentu. aka bayaran). Bila melihat waktu aktif operasi dari MCA juga berdekatan dengan masa pesta politik. 

Namun, jangan kita tersulut dulu mengaitkan langsung MCA dengan Islam. Karena, menurut saya pribadi penggunaan kata Muslim oleh mereka dalam kelompok ini adalah sebagai pengatasnamaan saja. Apalagi Indonesia sebagai negara dengan komunitas dan umat Islam yang besar (mayoritas). Dangkal rasanya jika kita langsung meng-klaim MCA sebagai kejahatan umat Islam, karena sekali lagi menurut saya nama organisasi kriminal ini hanyalah kedok perlindungan dan untuk memperoleh atensi massa yang luas. 

Kesimpulannya, MCA bagi saya adalah kelompok bayaran. 

Penangkapan empat anggota MCA ini diharapkan dapat menaikan fakta ke permukaan mengenai akar, aktor pembayar, serta manipulasi yang telah terjadi sebelumnya.