Mohon tunggu...
Jumari Haryadi Kohar
Jumari Haryadi Kohar Mohon Tunggu... Penulis, trainer, dan motivator

Jumari Haryadi atau biasa disebut J.Haryadi adalah seorang penulis, trainer kepenulisan, dan juga seorang motivator. Pria berdarah Kediri (Jawa Timur) dan Baturaja (Sumatera Selatan) ini memiliki hobi membaca, menulis, fotografi, dan traveling. Suami dari R.Yanty Heryanty ini memilih profesi sebagai penulis karena menulis adalah passion-nya. Bagi J.Haryadi, menulis sudah menyatu dalam jiwanya. Sehari saja tidak menulis, maka dirinya akan merasa ada sesuatu yang tidak lengkap. Oleh sebab itu pria berpostur tinggi 178 Cm ini akan selalu berusaha menulis setiap hari untuk memenuhi nutrisi jiwanya yang haus terhadap ilmu. Dunia menulis sudah dirintisnya secara profesional sejak 2007. Meskipun relatif belum lama, tetapi J.Haryadi sudah berhasil menerbitkan puluhan buku dan ratusan artikel buah karyanya. Selain itu, ayah empat anak ini pun sering membantu kliennya menulis buku, baik sebagai editor, co-writer, maupun sebagai ghostwriter. Jika Anda butuh jasa profesionalnya dihidang kepenulisan, bisa menghubunginya melalui HP/WA: 0852-1726-0169 No GoPay: +6285217260169

Selanjutnya

Tutup

Muda Pilihan

Selamat Jalan Sahabatku, Dr. Amirullah Syarbini, M. Ag.

26 Desember 2015   08:06 Diperbarui: 26 Desember 2015   08:26 1054 1 1 Mohon Tunggu...

[caption caption="Dr. Amirullah Syarbini (H.Arul) saat memberikan motivasi dalam sebuah acara pelatihan (Sumber: H. Arul)"][/caption]

oleh: J. Haryadi

Jum’at siang, 25 Desember 2015, pukul 12.30 WIB, bertepatan Hari Natal, sebuah sms datang bertandang. Saat itu kebetulan saya sedang mengadakan acara makan bersama keluarga besar di Kotabumi, Lampung Utara. Sms tersebut isinya seperti ini:

Innalillahi Wainnaillaihi rojiun, telah meninggal dunia H.Arul hari ini di RSUD Serang Banten. Mohon maaf atas segala kesalahan beliau. Was. Dari keluarga.”

Pesan singkat dari salah satu nomos handphone (hp) almarhum membuat saya terkesima sejenak. Sontak nafsu makan saya hilang. Rasanya saya masih belum percaya membaca berita tersebut, maklum sekira dua bulan yang lalu, saya sempat berkunjung ke rumahnya di daerah Cibiru Hilir, Bandung. Ketika itu beliau terlihat sehat dan kami mengobrol bersama sambil membahas tentang perbukuan dan dunia tulis menulis, maklum kami berdua adalah sama-sama penulis buku.

Saya kemudian membalas sms tersebut dan menanyakan kebenarannya, serta menanyakan penyebab kematian almarhum. Soalnya sepengetahuan saya, almarhum tidak pernah sakit dan selalu terlihat sehat dan penuh semangat.

Tidak lama berselang, sms balasan pun datang mengabarkan kalau Haji Arul – panggilan akrab beliau, memang benar sudah meninggal sebelum waktu  Zhuhur di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serang, Banten, akibat penyakit paru-paru yang sudah kronis. Pengirim pesan adalah istrinya, masih dari nomor hp yang sama.

Kini saya benar-benar yakin kalau Haji Arul memang sudah pergi selama-lamanya menghadap Sang Khalik. Cendikiawan muslim dan penulis muda ini tampaknya memang harus meninggalkan dunia yang fana ini dalam usia yang relatif muda, 35 tahun (beliau lahir pada 13 Juni 1980). Kepergiannya meninggalkan banyak kenangan, karena cukup lama saya mengenalnya dan kami pernah terlibat dalam pekerjaan menulis buku bersama. Ada sekira 3 judul buku motivasi religi yang ditulis berdua dengannya. Meskipun usianya terpaut jauh dari saya, tetapi ilmu dan pengalamannya cukup banyak, terutama dalam bidang agama.

[caption caption="Buku best seller berjudul “Dahsyatnya Sabar, Syukur dan Ikhlas Muhamamd SAW” yang diterbitkan penerbit Ruangkata, Bandung, ditulis bersama H.Arul, terjual lebbih dari 20.000 eksemplar (sumber: J.Haryadi)"]

[/caption]

[caption caption="Dua judul buku bernuansa religi yang ditulis bersama H.Arul, diterbitkan oleh penerbit Quanta, Jakarta (sumber: J.Haryadi)"]

[/caption]

Saya mengenal Haji Arul sekira 8 tahun yang lalu ketika beliau masih belum berumah tangga,  saat beliau mengisi ceramah agama di tempat saya bekerja, di Kota Bandung. Cara membawakan ceramahnya sangat menawan, komunikatif dan mudah di cerna. Saat itu saya mengajaknya menulis buku. Sejak itulah kami sering berkomunikasi, sampai akhirnya terlibat dalam pekerjaan menulis buku bersama. Bahkan beliau lebih produktif dari saya, karena buku-buku beliau sudah terbit lebih dari 50 judul. Beliau juga berhasil mendirikan perusahaan penerbitan dengan nama  Fajarmedia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x