Mohon tunggu...
Julius Deliawan
Julius Deliawan Mohon Tunggu... ttps://www.instagram.com/kompasianacom

Guru sejarah, yang mencintai dunia tulis menulis. Menaruh minat pada soal-soal kepemimpinan, pengembangan sumber daya manusia, sosial, budaya dan pertanian. Punya obsesi mengembangkan pendidikan yang memerdekakan, menerbitkan buku dan menjadi petani. Untuk perkenalan lebih lanjut, dapat ditemui di : juliusdeliawan@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Humor Pilihan

Tips Membuat Makanan Cepat Saji Sehat

11 September 2019   12:00 Diperbarui: 11 September 2019   12:13 0 3 2 Mohon Tunggu...
Tips Membuat Makanan Cepat Saji Sehat
Sumber, kompas.com


Yu Jum, sudah lama ingin hidup sehat. Ia berusaha hidup seimbang. Mengatur kebiasan-kebiasaannya. Mulai dari tidur, yang dulu miringnya cuma ke kanan, sekarang ia belajar tidur miring ke kiri. Makanannya juga begitu, diseimbangkan. Semua yang ia makan, porsinya tinggal setengahnya. Dulu tempe satu, sekarang separonya. Telur juga begitu, apalagi sayur-sayuran.

Beberapa minggu menjalani itu, hasilnya, Yu Jum sering di marah simbok. Nyisain makanan, buang-buang rezeki dari gusti pangeran. Yu Jum beranggapan, itu semua hanyalah tantangan dari upaya hidup sehat.

Kang Yon, sudah lama pengin ajak Yu Jum jalan-jalan. Pacaran gitulah,  biar kayak yang lainnya. Yu Jum itu termasuk milenial kritis, meski belum pernah masuk IGD. Minat bacanya tinggi, ini juga yang sering Kang Yon, pujaan hatinya kesel.

Pernah satu kali mereka jalan-jalan, niat Kang Yon, biar bisa bicara dari hati ke hati. Membicarakan masa depan mereka, tentu saja dalam membina kehidupan bersama. Yu Jum, justru sibuk membaca semua tulisan yang ia temui di jalan. Sampai tato turis juga dia baca.

Pas mau makan, kang Yon mulai pusing. Ia bingung mau ngajak makan Yu Jum dimana. Kang Yon, abis baca berita, jika sekarang banyak warung makan nakal. Seenaknya sendiri naikin harga. Padahal kantong Kang Yon pas-pasan.

Pecel lele aja, bisa habis 200 ribu per orang. Kan nggak masuk akal. Waktu pembelinya protes harganya nggak masuk akal, penjualnya dengan enteng bilang, "emang nggak masuk akal, tapi masuk perut, makanya mahal". Pembeli yang protes langsung klakep! Tengsin.

Satu yang Kang Yon tau, harganya pasti, rasanya pasti, cuma sayang branding-nya import. Padahal ayamnya lokal, pegawainya lokal, cabenya lokal, tomatnya lokal, yang import cuma nama warung makannya.

Enak banget ya, jual nama dapet duit. Kang Yon juga pengin begitu.  Tapi sayang, di jual murah juga nggak ada yang nawar. Bahkan temannya ada yang bilang, "kamu buang juga nggak ada yang ngambil."

Kembali ke soal Kang Yon bingung cari tempat makan. Ia akhirnya memutuskan ke warung makan, nama import itu. Cuma, Yu Jum bersikukuh menolak.

Alasannya, program hidup sehatnya bisa batal. Dari banyak artikel yang Yu Jum baca, warung makan itu masuk klasifikasi, warung makan yang menjual makanan cepat saji. Makanan yang di dalam artikel diklasifikasi sebagai makanan yang tidak sehat. Padahal tidak ada laler di warung makannya.

Mendengar penjelasan Yu Jum, Kang Yon tersenyum, lantas bilang, yang ini beda. Percaya Kang Yon, Yu Jum akhirnya ngikut juga.

Setelah satu jam menunggu, akhirnya makanan yang dipesan datang. Yu Jum puas, dalam hati ia tersenyum, pacarnya benar, di sini beda.

Kang Yon menyimpan rahasia sederhana, sebenarnya bukan resep istimewa yang membuat makanan itu sehat. Cuma bisikan sederhana ke pelayan warung saat pesan, "mbak tolong menyajikannya lamaan aja!" Sederhana kan!


KONTEN MENARIK LAINNYA
x