Mohon tunggu...
Juandi Manullang
Juandi Manullang Mohon Tunggu... Penulis Lepas

Alumnus FH Unika ST Thomas Sumut IG: Juandi1193

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Orientasi KAMI ternyata Kekuasaan dan Politik

18 Oktober 2020   12:32 Diperbarui: 18 Oktober 2020   12:35 154 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Orientasi KAMI ternyata Kekuasaan dan Politik
Sumber: Youtube Refly Harun Official via Suara.com

Gatot Nurmantyo membongkar tujuan dan sikap Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI dibentuk. Gatot Nurmantyo sebagai Presidium KAMI menyebut jika orientasi KAMI kekuasaan dan politik. Namun beda fokus arah perjuangan dengan partai politik (Suara.com, 15/10).

Atas pernyataan ini, membuat kita semakin tahu bahwa sebenarnya KAMI itu bukan saja gerakan moral tetapi juga gerakan politik terhadap pemerintah. Meski niatan KAMI bukan untuk memakzulkan Presiden Jokowi akan tetapi, KAMI punya niat untuk kekuasaan dan politik.

Hal itulah meruntuhkan KAMI adalah gerakan moral rakyat. Berarti ada niatan untuk menghimpun massa dalam menguasai daerah maupun Indonesia. Tentu ini akan meruntuhkan kepercayaan rakyat bahwa KAMI tidak pas visi dan misinya kepada rakyat.

Rakyat butuh adanya cara-cara yang baik untuk sejahtera dan hidup lebih baik. Rakyat butuh cara-cara yang beretika demi sebuah perubahan. Akan tetapi, dengan pernyataan Gatot Nurmantyo sudah meyakinkan kita ada niatan Gatot Nurmantyo dkk untuk berkuasa.

Semakin benar pernyataan Bu Megawati Soekarnoputri waktu lalu bahwa kelompok KAMI ingin jadi Presiden dan diajak buat partai politik saja.

Tidak masalah juga kalau ada niatan untuk berkuasa dan berpolitik, tapi bukan membuat pernyataan yang tidak pas kepada pemerintah, terlalu tendensius dan menyudutkan pemerintah.

Boleh-boleh saja Gatot Nurmantyo dkk berkomitmen untuk berkuasa dan berpolitik asal cara-cara yang dipakai masih dalam koridor hukum yang ada atau tidak menyimpang.

Lihatlah bagaimana delapan anggota KAMI yang diungkapkan pihak kepolisian melakukan ajakan-ajakan untuk berdemonstrasi dengan hasutan agar berakhir dengan kericuhan. Bagaimana pihak kepolisian mengungkap bahwa WA grup WhatsApp KAMI sangat mengerikan. Hingga akhirnya mereka harus ditangkap dan diproses hukum.

Itulah buktinya bahwa anggota KAMI terlalu ambisius pada "kekuasaan". Sangat layak kedelapan anggota KAMI tersebut diproses hukum atas segala perbuatan mereka terkait aksi demonstrasi pengesahan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law kemarin.

Kita hanya berharap, penegakan hukum tetap ditegakkan. Kedelapan anggota KAMI yang ditangkap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. KAMI meski berorientasi pada politik dan kekuasaan tapi cara-caranya harus tetap pada nilai-nilai hukum yang berlaku. Jika ingin memberi masukan pada pemerintah maka lakukanlah dengan cara santun dan penuh tanggungjawab.

VIDEO PILIHAN