Mohon tunggu...
Juan Manullang
Juan Manullang Mohon Tunggu... Penulis - Penulis Lepas

Alumnus FH Unika ST Thomas Sumut IG: Juandi1193 Youtube: Juandi Manullang

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Rahmad Darmawan Memilih Berpolitik, Lebih Enak Jadi Kepala Daerah atau Pelatih Sepak bola?

17 Juli 2020   21:06 Diperbarui: 17 Juli 2020   21:04 78
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sosok Rahmad Darmawan begitu populer di telinga pecinta sepakbola Indonesia. Betapa tidak, seorang Rahmad Darmawan atau RD juga berprestasi sebagai pelatih sepakbola.

Penulis sangat mengingat sekali saat RD membawa kejayaan bagi Sriwijaya FC sebuah klub sepakbola Indonesia berasal dari Palembang.

Sriwijaya FC pernah dibawa RD menjadi juara Liga Indonesia dan Copa Indonesia sampai sekitar tiga kali. Selanjutnya, purnawirawan TNI AL ini juga pernah menangani timnas U-23 di Sea Games beberapa tahun lalu dan berhasil menjadi runner-up Sea Games tersebut. Hingga sekarang menjadi pelatih Madura United. 

Akan tetapi, sejumlah prestasi prestisius tersebut, Rahmad Darmawan dikabarkan bergabung dengan Partai Demokrat. Tim Madura United juga menghormati pilihan tersebut.

Dikabarkan juga RD ditawari menjadi calon Wakil Bupati Lampung Tengah. Dengan demikian, bila RD ikut kontestasi politik tahun ini, sudah pasti beliau off jadi pelatih dan fokus dalam kampanye politik. Andai menang harus benar-benar meninggalkan sepakbola sepenuhnya dan fokus membangun daerah yang dipimpinnya.

Lebih Enak Mana?

Menjadi pertanyaan menarik adalah lebih enak mana, jadi kepala daerah atau jadi pelatih?. Pertanyaan itu memang begitu seksi tapi dalam hal ini seorang RD lebih tepat menjawabnya.

Kalau penulis pribadi membuat judul diatas sebenarnya karena terkejut membaca dan mendengar pelatih RD masuk politik padahal sudah sangat sukses jadi pelatih.

Memang hak politik ada di pelatih RD, tapi sangat mungkin pecinta sepakbola masih menginginkan RD untuk berkiprah terus di sepakbola.

RD layaknya seorang artis yang lumayan banyak memilih jalur menjadi politisi beralih dari profesi awalnya seorang artis.

Sudah banyak contoh yang dapat kita lihat. Kemungkinan besar tawaran-tawaran politik itu lebih seksi dan menarik sepertinya. Oleh sebab itu, pelatih RD juga ingin menjajal politik praktis tersebut. Tetap, keputusan ada di pelatih RD mau lanjut jadi pelatih atau jadi politisi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun