Mohon tunggu...
Asaf Yo
Asaf Yo Mohon Tunggu... Guru - mencoba menjadi cahaya

berbagi dan mencari pengetahuan. youtube: asaf yo dan instagram: asafgurusosial

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

"No One's Perfect" Kisah Hidup Ototake, Penyandang Tetra Melia

26 Juli 2021   22:20 Diperbarui: 26 Juli 2021   22:44 93 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
"No One's Perfect" Kisah Hidup Ototake, Penyandang Tetra Melia
dokumen pribadi

Kalau anda terlahir cacat tidak punya tangan dan kaki, apa yang ada dalam pikiran anda? Kalau anda melahirkan seorang bayi yang tidak memiliki tangan dan kaki, apa yang ada dalam pikiran anda? Itulah yang akan kita pelajari dari kisah hidup Hirotada Otokake dalam bukunya yang  berjudul No One's Perfect yang. Sebenarnya buku ini sudah pernah saya baca dulu sekali, tapi entah kenapa melihat buku ini di rak buku sewaktu pulangkampung, tiba-tiba ingin kembali membaca buku ini (plus memang sudah mulai lupa isinya seperti apa, hehehehe).Akhirnya, saya ambil buku itu dan mulai saya simpan untuk saya baca di Surabaya.

Otokake adalah seorang pria Jepang yang mampu menunjukkan dirinya sebagai pribadi yang tidak perlu dikasihani walau dia terlahir dengan sindrom Tetra melia, yaitu sindrom yang membuat dirinya hampir tidak memiliki tangan dan kaki (sebenarnya ada sih tangan dan kaki namun dengan ukuran yang sangat kecil. Sejak kecil, orang tuanya sudah berjuang sedemikian rupa agar dirinya tidak merasa berbeda dengan anak-anak lain. Orangtuanya memperlakukan dirinya seperti anak-anak lain. Bahkan Ototake melakukan aktivitas-aktivitas seperti yang dilakukan oleh anak-anak lain.

Buku ini mengisahkan proses kehidupannya dari lahir hingga dia masuk ke bangku kuliah di Universitas Waseda. Sejak TK, karena sifat keras kepalanya, Ototake menjadi seperti seorang raja di sekelilingnya. Anak-anak yang lain selalu bertanya dengan kondisi fisiknya yang berbeda dengan dirinya dan dia selalu menjawab hal yang sama. Namun kelemahannya itu justru mampu dia gunakan untuk bertindak dan seakan-akan menjadi seorang raja. Ototake selalu dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki pemikiran positif yang selalu mendukung dirinya.

Masalah mulai muncul kala sudah memasuki usia SD. Banyak sekolah umum yang menolak dirinya karena kondisi fisiknya. Diterimanya dia di sekolah Yohga membuat keluarganya mengambil keputusan untuk pindah tempat tinggal agar lebih dekat dengan SD Yohga. Di sekolah tersebut, dia dipegang oleh Sensei Takagi yang mengajar dia dari kelas 1 hingga kelas 4. Sensei Takagi mengajari dirinya agar dia mampu melakukan tugasnya dengan baik dan tidak mengharap belas kasihan dari orang-orang disekitarnya. Sensei selalu melibatkan dirinya dalam berbagai aktivitas , termasuk olahraga atau aktivitas kemping.

Nah, acara kemping ini termasuk seru, karena dengan perjalanan naik gunung yang lumayan berat. Sensei mampu membuat tidak ada perbedaan antara Oto-chan dengan anak-anak lain. Anak-anak yang lain merasa tidak adil kalau hanya oto-Chan yang diijinkan untuk tidak ikut sementara anak anak lain harus ikut naik gunung. Pada bagian ini, saya sangat salut bagaimana usaha guru -guru dan termasuk teman-teman Oto chan yang mendukung penuh Oto Chan untuk sampai naik ke puncak (padahal oto Chan menggunakan kursi roda lho). Di kelas 5 dan 6 Oto-chan juga dipegang oleh sensei Oka, yang walaupun memiliki metode yang berbeda dengan sensei Takagi, namun memiliki tujuan yang sama. Tujuan agar Oto-chan  memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan tidak minder dengan apa yang terjadi pada kondisi fisiknya.

Di Tingkat SMP, Oto dengan cukup percaya diri bergabung dengan klub basket. Dengan pelatih yang tidak menyepelekan dirinya, dia ikut Latihan di klub basket. Selama ikut basket pun, tidak ada Tindakan diskriminasi dari teman-temannya kepadanya. Lebih jauh lagi, Oto kemudian terlibat dalam anggota osis. Bahkan  Oto mengincar dan mampu menjadi ketua Osis. Bayangkan, seorang yang cacat tidak memiliki tangan dan kaki, mampu menjadi seorang ketua OSIS. Bagi saya pribadi, itu benar-benar sesuatu yang wow. Menunjukkan kualitas yang ada pada diri Oto.Hal yang harusnya kita tiru bukan?

Di tingkat SMA, Oto malah bergabung dengan tim Futbol di sekolahnya. Walaupun dengan cacat fisiknya, Oto akhirnya menjadi semacam manajer yang bertugas untuk melakukan analisis permainan lawan yang akan melawan tim sekolah mereka. Tentu hal seperti ini dibutuhkan kemampuan berpikir yang sangat kuat dari Oto. Oto mampu berfokus pada tim Futbol, apalagi saat mereka berjuang untuk bisa lolos dalam kejuaran Kanto dimana hanya 4 tim saja yang bisa lolos ke Kejuaraan tersebut.

Mendekati kelulusan, Oto mengikuti sekolah pra kuliah untuk persiapan memasuki bangku kuliah. AKu tidak tahu bagaimana sekolah seperti ini kalau d Indonesia. Apakah semacam Bimbel gitu ya? Tapi yang jelas, Oto mengalami kesulitan mencari sekolah pra kuliah karena , yah lagi-lagi berkaitan dengan kondisi fisiknya. Hingga akhirnya dia menemukan sekolah pra kuliah Sundai yang mau untuk memberikan pelajaran baginya. Dengan usaha yang keras (karena nilai-nilai sebelumnya yang rendah) dia akhirnya mampu menembus Universitas Waseda di Fakultas Sosial dan  Politik.

Saya salut dengan orang tua Otochan. Saat ayahnya berusaha memberitahu ibunya bahwa Oto terlahir dengan hal yang berbeda, dia berpikir bahwa istrinya akan pingsan saat melihat kondisi fisik bayinya. Tapi ternyata ibunya sejak awal sudah menyiapkan mental dan tidak pingsan, bahkan mampu menerima Oto dengan lapang dada. 

Saat pertama kali melihat bayinya, dia malah berkata kalau bayinya sangat tampan. Disini sejak awal, aku melihat ibunya sudah sangat tegar dan sudah berpikir positif untuk membesarkan anaknya (apalagi anaknya kelak hanya satu-satunya lho). Sering saya membaca kisah orang tua yang memiliki anak autis, awal-awalnya mereka selalu menyangkal bahwa itu terjadi pada anak mereka. Butuh waktu yang lama sampai akhirnya bisa menerima bahwa anak-anak mereka cacat. Hal yang tidak saya temukan pada ibu Otochan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Lihat Konten Hobi Selengkapnya
Lihat Hobi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan