Bisnis

5 Trik Jitu Investasi Saham agar Tidak Mengalami Kerugian Terbesar

7 Desember 2018   01:53 Diperbarui: 7 Desember 2018   01:55 879 0 0

5 Trik jitu investasi saham agar tidak mengalami kerugian. Anda pastinya tahu bahwa investasi memiliki keuntungan dan risiko kerugian. Bahkan pada instrumen pertama investasi yang katanya aman pun juga memiliki konsekuensi. Apalagi investasi saham yang termasuk investasi berisiko tinggi. Dari sekian banyak kasus, kesalahan terletak pada investor itu sendiri. Hal ini bisa saja disebabkan oleh pengetahuan investor yang masih minim atau strateginya yang belum kuat.

5 Trik jitu investasi agar tidak mengalami kerugian

1. Batasi diversifikasi investasi saham

Menanam saham baiknya enggak hanya satu bibit. Tetapi, bukan berarti semua jenis harus kamu ambil. Prinsipnya begini, daripada tahu banyak hal tetapi hanya mengerti sedikit-sedikit, mending tahu satu hal tetapi menguasai. Demikian dengan saham.

Diversifikasi saham yang terlampau banyak bakal merepotkanmu, khususnya bagi investor ritel. Lebih mudah dan hemat tenaga kalau kamu fokus mengatur 5-10 portofolio saja.

2. Saham yang mempunyai jangka waktu yang panjang,jangan yang pendek

Perdagangan Saham dan Bursa Pada umumnya harga saham akan mengalami fluktuasi dalam jangka pendek. Bisa banyak maupun rugi total. Biasanya enggak sesuai ekspektasi kalau hanya cuma ditetapkan dalam jangka waktu 1-3 tahun saja.

Namun, kalau jangka waktu lumayan panjang yakni sekitar belasan sampai puluhan tahun, biasanya cenderung naik dan harga jualnya semakin tinggi.

Kalau kamu sendiri masih ragu dengan saham, kamu bisa gunakan instrumen lain, seperti obligasi atau reksa dana yang fluktuasinya enggak sekejam saham.

3. Tetapkan atasan stop loss

Perdagangan Saham dan Bursa Kamu harus tetapkan stop loss menyesuaikan dengan profil risiko kerugian yang bisa kamu tanggung. Hal ini untuk mengantisipasi kerugian besar.

Batasan stop loss apabila kerugian mencapai maksimal 5-10 persen. Kalau sudah melampaui angka tersebut, maka kamu harus segera menjualnya sebelum angka kerugiannya semakin besar.

4. Enggak mudah tergoda dan termakan rumor

Investasi yang ditawarkan oleh start up seringkali menggiurkan. Namun, rumor dan janji seringkali disebarkan dalam rangka upaya misleading.

Investasi saham harus dilandaskan alasan yang rasional dan alasan yang tepat, jangan berdasarkan spekulasi.

5. Dilarang pakai dana pokok

uang pokok yang biasa anda pakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Misalnya, uang makan, uang pendidikan, dan uang cicilan rumah.

Sediakan uang khusus investasi saham kalau kamu memang ingin investasi saham. Jangan sampai kamu menggunakan 'uang panas' tersebut.

Selain itu, ternyata sumber uang akan mempengaruhi mentalmu terhadap investasi saham di masa depan. Sederhananya, kamu pasti punya pikiran untuk menuntut hasil yang sempurna setelah menjalankan investasi ini.

Keputusanmu bisa saja bias karena dibayang-bayangi rasa khawatir. Kalau memang enggak punya alokasi khusus saham, jangan terburu-buru untuk melakoninya.

Nara Sumber : Netliputan.com