Mohon tunggu...
Jose Hasibuan
Jose Hasibuan Mohon Tunggu... Guru - Seorang abdi bangsa

Tertarik pada dunia pendidikan, matematika finansial, life style, kehidupan sosial dan budaya. Sesekali menyoroti soal pemerintahan. Penikmat kuliner dan jalan-jalan. Senang nonton badminton dan bola voli.

Selanjutnya

Tutup

Hobby Artikel Utama

Desert Rose, The Queen of Thousand Flower yang Unik nan Mempesona

19 September 2020   18:07 Diperbarui: 1 Oktober 2020   03:34 1681
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Desert Rose (Sumber: Koleksi Pribadi)

Di Indonesia tanaman hias Desert Rose lebih dikenal dengan nama Kamboja Jepang atau Adenium. Disebut Desert Rose karena sebenarnya tanaman ini merupakan tanaman gurun yang tahan dengan kondisi ekstrim panas dan minim air seperti di padang gurun.

Meskipun saat ini sedang booming tanaman hias "Janda Bolong", Desert Rose masih menjadi primadona bagi para pecinta dan kolektor tanaman hias. Banyak orang yang jatuh hati melihat sosok dan bunga kamboja jepang ini.

Keindahan Desert Rose dapat dinikmati dari kelopak bunganya yang berwarna-warni, mulai dari merah, pink, putih hingga kuning. Bahkan sekarang, sudah banyak dilakukan penyilangan hingga menghasilkan warna kelopok bunga yang unik seperti biru dan hitam.

Sumber: Koleksi Pribadi
Sumber: Koleksi Pribadi
Tak hanya soal warna yang beragam, motif dan corak mahkota bunga Desert Rose pun bermacam-macam. Ada yang seperti strip atau bercak-bercak, hingga memiliki kelopak bunga yang bertumpuk-tumpuk layaknya bunga ros atau mawar.

Variasi warna, bentuk dan corak mahkota bunganya inilah yang kemudian membuat banyak pecinta tanaman hias menyebut Desert Rose dengan julukan "Queen of thousand flower".

Bentuk dan warna daun Adenium juga bermacam-macam dan memiliki pesona tersendiri. Bentuk daun Adenium ada yang berbentuk bulat di ujung, adapula yang kecil memanjang dengan ujung runcing.

Beberapa jenis tertentu memiliki daun dengan permukaan berbulu lembut. Warna daun Adenium pun bervariasi mulai dari hijau tua, hijau muda, hijau kemerahan hingga belang kuning hijau.

Namun yang membuat tanaman hias ini kian istimewa adalah bentuk bonggol atau akar yang menggembung dan kokoh. Sosoknya yang mirip bonsai ditambah dengan bentuk bonggol yang unik serta keindahan warna-warni mahkota bunga, membuat Desert Rose sangat menarik untuk dikoleksi.

Sumber: Koleksi Pribadi
Sumber: Koleksi Pribadi
Meski perbanyakan Adenium bisa dilakukan dengan melakukan stek batang, namun tanaman baru hasil stek tidak akan menghasilkan akar atau bonggol yang besar. 

Bonggol Adenium yang besar dan kokoh hanya diperoleh dari anakan hasil penyemaian biji atau benih Adenium. Butuh waktu hingga 10 tahun untuk mendapatkan bonggol Adenium yang mengembung dan kokoh.

Adenium dewasa yang telah berbunga beberapa kali, biasanya akan menghasilkan biji setelah kelompak bunga rontok. Jika kulit pembungkus biji mengering, dari dalamnya akan tampak biji-biji dengan bulu atau rambut-rambut halus berwarna putih.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun