Mohon tunggu...
Yoshua LibertyFilio
Yoshua LibertyFilio Mohon Tunggu... Magister Manajemen Sumber Daya Hayati Sekolah Pascasarjana Universitas Padjadjaran

"Never give up" adalah moto hidup saya, saya adalah Mahasiswa Magister Manajemen Sumber Daya Hayati Sekolah Pascasarjana Universitas Padjadjaran

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Pemanfaatan Bunga Telang sebagai Ramuan Kesehatan yang Disukai Generasi Milenial

3 Desember 2020   17:00 Diperbarui: 3 Desember 2020   17:26 168 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pemanfaatan Bunga Telang sebagai Ramuan Kesehatan yang Disukai Generasi Milenial
Dokumentasi pribadi - Penelitian Bunga Telang (Clitoria ternatea)

Masa pandemi ini memaksa umat manusia di Dunia untuk menata gaya hidup dengan cara yang lebih higienis. Tidak sedikit umat manusia di Dunia saat ini mulai menyadari akan pola hidup sehat khususnya generasi milenial. Generasi milenial memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi dan antusias ini pun membawa generasi milenial pada masa pandemic ini untuk mencari ramuan kesehatan agar dapat bertahan dengan aktifitas yang padat di tengah masa pandemi Covid-19, salah satu tanaman yang dapat berpotensi sangat disukai oleh generasi milenial saat ini untuk menjadi bahan ramuan kesehatan adalah kembang telang (Clitoria ternatea).

Bunga pada tanaman telang dapat dimanfaatkan sebagai campuran bahan baku pangan, pewarna dan obat tradisional. Saat ini bunga telang banyak digunakan menjadi pewarna alami untuk alasan kesehatan (Hartono et al., 2012), dengan bunga berwarna biru yang khas dan cara memelihara yang mudah membuat tanaman ini disukai oleh masyarakat khususnya generasi milenial yang menggunakannya sebagai tanaman hias (Purba, 2020), seperti kita ketahui generasi milenial menyukai hal yang serba instan (Yuliantari & Widayati, 2020), ditambah generasi milenial dan masyarakat saat ini sudah sangat mengetahui pentingnya kesehatan (Susanti & Kholisoh, 2018) oleh sebab itu tanaman ini banyak disukai, selain manfaat yang telah disebutkan, dalam dunia medis tanaman telang juga memiliki banyak manfaat.

Dalam dunia medis bunga telang memiliki kandungan senyawa aktif yaitu alkaloid, antrakuinon, anthocyanin, minyak atsiri, flavonoid, flavonol glikosida, fenol, plobatanin, saponin, steroid, stigmas-4-ena-3,6-dion, tanin, dan triterpenoid yang dapat digunakan sebagai antioksidan, antibakteri, anti inflamasi, analgesic, antiparasit, antisida, antidiabetes, dan antikanker (Budiasih, 2017). Oleh sebab itu pada masa pandemic ini tanaman telang merupakan tanaman yang sangat dibutuhkan sebagai ramuan herbal.

Pemanfaatan bunga telang bagi kehidupan manusia khususnya bunga telang berpotensi disukai oleh generasi milenial dikarenakan manfaatnya bagi Kesehatan yang cukup baik dan pembuatanya yang tergolong praktis sangat menarik bagi generasi milenial. Berdasarkan penelitian terbaru, kembang telang memiliki kandungan curcumin yang tinggi sehingga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia dengan dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan, adapun beberapa manfaat kesehatan bunga telang bagi kesehatan manusia sebagai berikut :

1. Telang Sebagai Antioksidan

Ekstrak air bunga telang memiliki aktivitas antioksidasi yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak pelarut organik (Kamkaen & Wilkinson, 2009; Rabeta & An Nabil, 2013). Sementara itu, ekstrak metanol menghambat oksidasi dengan lebih baik dibandingkan dengan ekstrak etil asetat dan ekstrak kloroform (Rajamanickam et al., 2015). Hasil-hasil ini mengindikasikan bahwa fraksi hidrofilik (polar) bunga telang lebih berperan sebagai antioksidan daripada fraksi lipofilik atau nonpolarnya.

Antioksidan merupakan senyawa bioaktif yang bermanfaat sebagai pencegah radikal bebas. Antiokisidan adalah molekul yang dapat menghasilkan radikal bebas dengan menghambat oksidasi molekul (Rajnarayana et al., 2011). Antioksidan dibagi menjadi dua jenis berdasarkan sumbernya yaitu antioksidan alami dan antioksidan sintetik (Junaidi, 2015). Sehingga dengan mengkonsumsi ramuan kesehatan yang berbahan dasar kembang telang dapat memberi efek yang positif terhadap kesehatan manusia.

2. Telang Sebagai Antidiabetes

Diabetes Mellitus (DM) merupakan gangguan metabolik yang ditandai oleh terjadinya hiperglikemia (gula darah tinggi), dislipidemia (gangguan metabolism lipoprotein), dan metabolism protein abnormal akibat terganggunya sekresi dan atau kerja insulin. Prosedur yang paling umum untuk menguji potensi antidiabetes suatu bahan adalah dengan mengukur efek hipoglikemia atau antihiperglikimia (menurunkan gula darah) bahan tersebut pada hewan percobaan, biasanya adalah tikus yang dibuat mengalami diabetes dengan cara diinduksi alloxan.

Alloxan menyebabkan penurunan ekskresi insulin secara drastis akibat kerusakan sel-β pulau Langerhans pada pankreas, sehingga menginduksi terjadinya hiperglikemia. Oleh sebab itu ekstrak kembang telang dapat mencegah terjadinya penyakit diabetes bagi yang mengkonsumsinya secara rutin, hal ini juga sangat berguna bagi generasi milenial dimana diketahui generasi milenial sangat menyukai makanan atau minuman manis yang dapat memicu terserang oleh penyakit diabetes.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x