Mohon tunggu...
YULIANUS JOKO KRISTIANTO
YULIANUS JOKO KRISTIANTO Mohon Tunggu... Guru - Guru

Menulis

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Kita Pulang ke Hati Nurani sebagai Jalan Lain

25 Desember 2022   01:55 Diperbarui: 25 Desember 2022   02:05 240
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ketika sudah melakukan ibadah , seolah dengan melakukan ibadah itu sudah cukup  dan  jiwa terbuai oleh damai  karena sudah  beribadah, dan  pada  akhirnya kita jatuh dalam formalitas kaku semata , namun demikian harus diakui juga sudah banyak kaum beriman yang sudah  sehat  imannya dan dapat mengaflikasikan imannya  terhadap  lingkungan serta sesama.  

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi

Maka dalam Tema, "... Pulanglah mereka  ke negerinya melalui jalan lain."  "Jika  kita cermati situasi lingkungan kita  yang sudah kotor, air yang sudah tercemar serta musim yang sudah tidak menentu, beranikah kita  mencari jalan lain dengan bahagia dan secara sukarela  untuk mengelola sampah dengan baik dari setiap rumah kita?, 

Beranikah kita pulang melalui jalan lain dengan pola hidup bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan?,   Apakah kita berani menggunakan pestisida secara bertanggung-jawab?,   Apakah kita berani tidak menggunakan pengawet bahaya pada buah-buahan dan sayur-sayuran yang kita jual?,  Apakah kita berani untuk  menjual tidak terlalu mahal pupuk kepada petani?,    Atau malah kita balas dendam dalam cari keuntungan  karena  situasi pandemi kemarin?,  Apakah kita mau pulang dengan mengedepankan keadilan? Jawaban ada pada hati nurani  kita masing-masing.   

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi

Keberanian keluarga Nazareth untuk mengungsi ke negeri Mesir merupakan gambaran keberimanan dan perwujudan nyata dari iman keluarga itu untuk menghindari keangkuhan dari penguasa Herodes yang haus akan kemewahan dan kenikmatan dunia. 

Dalam konteks pengungsian tersebut mengandung makna "Melawan Tanpa Kekerasan"  sebab dengan cara tersebut dan dengan tuntunan Malaikat Tuhan melalui mimpi Yusuf, mereka bisa menghindari konflik,  maka cara ini adalah : "Jalan Lain"  yang ditempuh demi kebaikan,  dan tentunya dalam hikmat dan taat akan perintah Tuhan.  

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi

Kembali kepada lingkungan yang menyangkut alam sekitar, manusia dan seluruhnya,  bahwa wujud  nyata  dari keberimanan yang sehat adalah dengan menampakan perilaku peduli lingkungan yang secara sukarela mau berdaya tindak untuk bagaimana menyikapi dan melakukan kegiatan sederhana yang mampu membuat alam sekitar  berubah menjadi  segar nan damai  yang tentunya  juga akan mempengaruhi pribadi-pribadi  lainnya untuk ambil bagian di dalamnya. 

Tidak hanya kepada lingkungan semata,  bahwa empati kepada kaum lemah adalah juga merupakan "Jalan  Lain"  menuju lingkungan segar nan damai dan berkeadilan , kita sekalian serentak pulang melalui jalan lain mengandung makna bahwa kita mau  menghindari sikap egois, rasa tidak peduli terhadap sesama, rasa ingin kaya sendiri, ingin dipuji, ingin disegani, dihormati dan sikap sikap lain yang bertentangan dengan hati nurani.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun