Mohon tunggu...
John Tirayoh
John Tirayoh Mohon Tunggu... -

"Tuhan Menciptakan Alam Semesta ... Selebihnya Made in China"

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

[Review Film Dokumenter] Last Days in Vietnam "Drama Akhir Kejatuhan Saigon"

18 November 2017   00:50 Diperbarui: 18 November 2017   08:13 2122
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kedutaan Amerika untuk Republik Vietnam (Vietnam Selatan) dipenuhi oleh warga Saigon (Sekarang bernama Ho Chi Minh City) yang ingin pergi. Mereka rata-rata adalah masyarakat Vietnam yang pro terhadap Amerika Serikat dan musuh utama dari Republik Rakyat Vietnam (Vietnam Utara) yang komunis.

Amerika Serikat, sudah tak bisa berbuat banyak. Upaya mempertahankan Vietnam Selatan hampir mustahil. Paling mungkin dilakukan adalah menyelamatkan sebanyak mungkin rakyat Vietnam yang meminta suaka politik. Ada sekitar 200 ribu rakyat Vietnam yang selama ini secara dekat bekerja-sama melawan komunis Vietnam.

Pertanyaan sederhana adalah; Siapa yang harus diselamatkan dan siapa yang musti ditinggalkan. Mengingat waktu sedemikian mepet. Karena bala tentara Vietnam Utara dan Pasukan Pembebasan Vietnam Selatan yang sering dijuluki Vietkong telah di bibir kota Saigon. Dalam waktu sekejab, akan masuk dan mengakhiri kekuasaan Vietnam Selatan.

Latar Historis
Vietnam ikut terbagi menjadi dua negara pada pasca Perang Dunia ke II. Amerika Serikat dengan Blok Barat menjadi pendukung utama Vietnam Selatan yang bernama Republik Vietnam. Sementara di sisi Utara, menjadi Republik Federal Vietnam yang disokong Uni Soviet dan Negara Blok Timur.

Amerika menjadi Negara Barat yang paling kuat dalam menyokong Vietnam Selatan. Hingga setengah juta pasukan tempur Amerika berada di Vietnam untuk melawan tentara Vietnam Utara dan milisi Vietnam Selatan (Vietkong) selama perang (Sering disebut Perang Indoina 2).

Kekalahan terjadi secara masif di Kubu Amerika dan Vietnam Selatan meski sebenarnya memiliki yang lebih modern. Namun, taktik perang gerilya yang dipakai pihak komunis membuat babak belur Tentara Vietnam Selatan dan khususnya pasukan tempur Amerika.

Setelah perang bertahun-tahun, Situasi makin tidak menguntungkan untuk Amerika Serikat yang kelhilangan sekitar 50ribu prajurit tempur. Hal tersebut membuat terjadinya Perjanjian Perdamian Paris atau yang dikenal dengan nama Paris Peace Accords pada 23 Januari 1973. Perundingan antara Amerika Serikat, Vietnam Utara, serta Vietnam Selatan tersebut menyepakati gencatan senjata dan juga penarikan pasukan Amerika yang selama ini ikut berperang secara langsung.

Perjalanan waktu, Presiden AS Richard Nixon terkena skandal Watergate yang berujung pengunduran dirinya pada 9 Agustus 1974. Nixon selama ini dianggap sosok gila bagi Pemerintahan Vietnam Utara. Mundurnya Nixon dan diganti Gerald Ford, membuat Vietnam Utara berani untuk kembali menyerbu Vietnam Selatan dan melanggar Perjanjian Paris.

13 Desember 1974 menjadi awal serangan Vietnam Utara menyerbu Vietnam Selatan. Meski masih banyak penasehat militer Amerika dan sekutu barat yang bersama Tentara Vietnam Selatan, namun serangan Vietnam Utara tak dapat dibendung.

Satu-persatu kota-kota strategis Vietnam Selatan berhasil direbut Oleh Vietnam Utara. Pukulan telak adalah ketika Kota Da Nang jatuh pada 2 april 1975. Tidak hanya jatuh ke tangan komunis, Ratusan Ribu tentara Vietnam Selatan terkepung dan tak bisa mundur ke arah selatan.

Tentara Vietnam Selatan mencoba menahan laju pasukan Vietnam Utara di Kota Xuan Loc. Meski bertempur mati-matian dan dengan segala upaya, Xuan Loc akhirnya jatuh ke tangan Komunis Vietnam Utara pada 21 April 1975. Kekalahan Xuan Loc bagi Vietnam Selatan, artinya terbentang lebar jalan bagi pasukan Komunis menuju Saigon yang merupakan Ibu Kota Vietnam Selatan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun