Yohanes Pambudi
Yohanes Pambudi Channel Officer BUMN BANK - owner komentarku.com

www.komentarku.com | Former Key Account Executive | Former Cluster Sales Manager | Channel Officer @ BUMN BANK |

Selanjutnya

Tutup

Makro

Mendesak Bank Indonesia Menaikkan Suku Bunga

16 Mei 2018   14:42 Diperbarui: 16 Mei 2018   14:50 315 1 2
Mendesak Bank Indonesia Menaikkan Suku Bunga
sumber: Kompas.com

Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar terus mengalami penurunan. Posisi siang ini sudah tembus Rp 14.100 per dollar Amerika. Tekanan ini disebabkan oleh faktor internal dan external.

Dari sisi eksternal, nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh kenaikan imbal hasil surat utang pemerintah Amerika Serikat yang menyentuh level 3,07%.  Hal tersebut menjadi daya tarik yang kuat untuk membuat Dollar terapresiasi nilai tukarnya.

Dari sisi internal terjadi neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit. Pada bulan April 2018 neraca perdagangan negara kita mengalami defisit USD 1,63 milyar. Sedangkan secara akumulatif dari Januari sampai dengan April 2018, neraca perdagangan kita juga defisit sebesar USD 1,31 milyar. Pencapaian bulan April yang jeblok tersebut adalah yang terbawah sejak Mei 2014.

Belum lagi ada isu keamanan yaitu serangan teroris di Surabaya dan Riau yang terjadi dalam minggu ini. Secara umum juga berdapak negatif terhadap pertukaran mata uang kita.

Dari lantai bursa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami tekanan. Pada sesi pertama hari ini, IHSG tercatat terkoreksi 1,34% di level 5.760,003.

Menghadapi ini semua, sudah seharusnya Bank Indonesia meningkatkan Suku Bunga setidaknya 0,25 basis poin. Hal ini dimaksudkan agar mata uang kita mendapatkan daya tarik tersendiri setelah Amerika dan China yang sudah lebih dulu menaikkan suku bunga nya.