Mohon tunggu...
Kavya
Kavya Mohon Tunggu... Penulis - Menulis

Suka sepakbola, puisi dan menulis

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Jalanan Sunyi bagi El Loco Gonzales

21 Mei 2018   10:25 Diperbarui: 21 Mei 2018   15:31 3428
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ia sedang menyusuri jalanan sunyi. Tanpa sorakan, tepuk tangan atau kerubungan penonton. Ia sedang memamah sepi.

Namun ia tak sendirian sebenarnya. Selalu ada yang mengenali, mendatangi dan dengan penuh kagum memintanya untuk berfoto bersama. Ia selalu tersenyum melayani, meski tak bisa menyembunyikan lelah di matanya.

"Ini tahun terbaik, tahun yang luar biasa bagi saya," katanya saat itu, setelah mengantarkan klubnya mencapai final Piala Presiden 2017.

Klubnya kalah 1-0 ketika bertandang ke markas Semen Padang dalam laga semi final Piala Presiden 2017 yang menganut  sistem home and away.

Dalam pertemuan kedua di Stadion Kanjuruhan, Malang, 5 Maret 2017 klubnya tertinggal dua gol. Jadi secara agregat tertinggal 0-3 dan sangat berat karena harus mencetak empat gol jika ingin lolos ke final.

Ia membuat keajaiban. Disarangkannya lima gol, membuat kedudukan menjadi 5-2. Dan keajaiban pun berlanjut, di final ia mencetak hat-trick untuk membawa Arema FC menjadi juara setelah menggebuk Pusamania Borneo FC dengan skor 5-1.

Ia kini sedang melakoni hari-hari yang berat. Saat terberat dalam kariernya di Indonesia selama 15 tahun. Menjadi pemain legenda bagi Persik Kediri dan Arema FC. Kepergiannya dari Malang ditangisi, diantar dengan tepuk tangan dan suasana haru.

Suporter hanya tahu kontraknya habis, dan ia pindah ke Madura United. Tak banyak yang tahu, ia tak ingin pergi tapi klubnya ingin ia pergi.

Meski ada seorang gubernur di luar Jawa yang begitu menginginkan ia memperkuat salah satu klub di sana, tapi ia menghargai keinginan petinggi klub untuk pindah ke Madura United.

Penampilannya langsung memikat kelompok suporter MU. Dalam bahasa Madura, sang pemain pun kini dijuluki Sapeh Toa alias Sapi Tua.

Namun di klub barunya ini ia harus mengalami cobaan terberatnya. Dituduh ini itu, lalu dipinjamkan ke PSS Sleman, dipecat melalui konferensi pers (tanpa surat pemecatan) dan dibatalkan peminjaman itu (juga melalui konperensi pers, sebelum dengan surat resmi ke PSS).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun