Mohon tunggu...
Johanis Malingkas
Johanis Malingkas Mohon Tunggu... Dosen

Menulis itu menggairahkan hidupku. Membaca adalah hobiku.

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Jadikan Kompasiana Sebagai Gudang Gagasan!

9 Juni 2019   12:27 Diperbarui: 9 Juni 2019   12:42 0 46 23 Mohon Tunggu...
Jadikan Kompasiana Sebagai Gudang Gagasan!
kompasiana (sumber:kompasiana.com)

Sesuatu realita yang tak bisa kita pungkiri bersama bahwa kompasiana sudah menjadi rumah besar kedua bagi kita sebagai kompasianer. Rumah besar dimana kita dapat bersua lewat tulisan-tulisan yang beraneka ragam. Politik, Fiksi, ekonomi, sosial budaya, ideologi, teknologi, lingkungan, bahkn hiburan yang semuanya menyatu menjadi santapan kita bersama untuk menambah literasi dan wawasan bagi kita.

Kondisi ini di dukung oleh manajemen kompasiana dengan selalu berinovasi dan memanjakan kompasianer dengan tampilan yang segar selain enak dilihat juga mudah menggunakannya. Bukan hanya itu, kompasiana menyediakan berbagai program menarik lewat blog kompetisi serta menyediakan reward bagi kompasianer.

Inilah yang membuat kompasianer semakin bergairah menulis artikel sesuai dengan minat terutama informasi yang lagi hangat di perbincangkan warga net di negeri ini.

Rumah besar Kompasiana yang dihuni kompasianer ratusan ribu ini sejatinya menjadi penyaluran artikel yang bukan hanya jadi bacaan semata namun dijadikan nara sumber dalam membangun bangsa dan negara termasuk membangun kehidupan keluarga para kompasianer.

Oleh sebab itu, saya cenderung menganggap Kompasiana sebagai gudangnya ide dan gagasan. Orang bilang ide dan gagasan itu mahal. Ide dan gagasan yang hebat akan menghasilkan nilai tambah yang luar biasa. Teknologi yang pesat saat ini ditemukan dari ide dan gagasan penemu nya untuk di olah dan dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai atau sesuatu yang berguna bagi manusia.

Memang kadang lucu juga bila kita membaca atau mendengar kisah-kisah penemuan gagasan baru seperti dalam ilmu fisika. Archimedes yang menemukan dalil atau hukum Archimedes punya cerita tersendiri. Konon, ketika dia sedang bingung mencari jawaban soal volume air, dia mandi pada sebuah bak air. Dia temukan bahwa air yang keluar dari sebuah bejana sebesar benda yang di celupkan dalam air. Saking gembiranya, dia langsung keluar dari kamar mandi, berteriak teriak "eureka..eureka..eureka" yang artinya saya dapat...namun dia lupa bahwa dia belum mengenakan pakaian nya alias telanjang bulat. Anda dapat membayangkan orang-orang yang keluar rumah mendengar teriakan nya itu...terbengong-bengong menyaksikan sang penemu itu berlari dalam keadaan tanpa busana..hehehe

Begitupun gagasan penemu cikal bakal pesawat terbang yang belajar melihat hewan kecil berupa capung. Penemu listrik, kereta api dan lain lain itu diawali dengan ide dan gagasan.

Nah, bagaimana dengan Kompasiana?

Tulisan-tulisan fiksi, puisi dan cerpen sebenarnya bila di kumpulkan dan di olah oleh tim khusus itu bukan hanya jadi kumpulan tulisan yang dibukukan namun dapat menginspirasi ide dan gagasan sebuah film atau sinetron. Kompasianer yang berkontribusi tulisan pastinya kan dilibatkan sehingga hal ini akan lebih memotivasi untuk terus berkarya.

Tulisan-tulisan analisis politik di tanah air dapat menjadi referensi para politikus dan apa tidak mungkin penulisnya diundang untuk menjadi pembicara dalam suatu forum terbatas. 

Demikian pula para kompasianer yang sering menulis tentang humaniora, dapat memunculkan ide bagaimana jurus jitu mengatasi masalah-masalah kemanusiaan di tanah air. Bagaimana mengatasi persoalan generasi milenial yang bukan saja kecanduan narkotik namun game online. Bagaimana gagasan mengatasi pengangguran di negeri ini. Bagaimana mengatasi kerusuhan, terorisme, upaya memecah belah bangsa, demonstrasi buruh dan guru honorer dan lain lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2