Mohon tunggu...
Johan Japardi
Johan Japardi Mohon Tunggu... Penerjemah - Penerjemah, epikur, saintis, pemerhati bahasa, poliglot, pengelana, dsb.

Lulus S1 Farmasi FMIPA USU 1994, Apoteker USU 1995, sudah menerbitkan 3 buku terjemahan (semuanya via Gramedia): Power of Positive Doing, Road to a Happier Marriage, dan Mitos dan Legenda China.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Rajin Pangkal Sukses: Sebuah Kearifan Indonesia

9 April 2021   02:00 Diperbarui: 24 April 2021   12:38 2111
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dokpri
dokpri
Sebelum memulai membaca, saya mengharapkan agar para pembaca memiliki diskresi sebagaimana yang diuraikan dalam artikel saya “Kebelumtahuan yang Dipamer-pamerkan.”

Kali ini saya akan memberikan tinjauan filosofis atas Video Bill Maher tentang situasi politik Internasional yang dilatarbelakangi persaingan dagang untuk berebut dominansi ekonomi dunia antara Amerika Serikat dan China.

Saya tidak pernah terlibat maupun mencampuri urusan politik, dan tidak punya kepentingan apapun dalam pertikaian pihak-pihak mana pun, dan dengan demikian saya imparsial dalam menyampaikan terjemahan video ini kepada para pembaca, dan saya juga menghimbau imparsialitas dari para pembaca.

Saya juga akan memberikan tanggapan atas video ini yang saya kaitkan dengan kerarifan kita sebagai bangsa Indonesia. Jadi semua pernyataan sebelum tanggapan saya adalah murni pendapat dari Bill Maher (bercetak miring).

Singkat cerita, jika Anda merasa tidak bisa memenuhi himbauan saya, sebaiknya Anda tidak meneruskan membaca.

Bagi yang bisa, inilah terjemahan bebas dari video tersebut:
Bill Maher memberi judul videonya: Kalah dengan China 

Bill memulai dengan:
Anda Tidak akan Memenangi Pertarungan di Abad ke-21 jika Anda Bodoh.  Orang Amerika adalah orang bodoh. Orang bodoh adalah pernyataan klasik dari Laurence Arabia: "Selama mereka tetap menjadi suku yang bertengkar dengan sesamanya, mereka adalah orang bodoh." Nah, orang Amerikalah orang bodohnya sekarang. Ada stereotipe dalam buku tentang orang China oleh Dr. Seuss, "China."

Seorang orang China yang makan dengan menggunakan sumpit. / theconversation.com
Seorang orang China yang makan dengan menggunakan sumpit. / theconversation.com
Keseluruhan dari 1,4 miliar orang China bisa membuat seekor macan, yang sedang mendekam,* terbang sambil bercinta, karena mereka bukan orang bodoh. Mereka serius seperti berkelahi di dalam penjara. 

Lihat, kita semua tahu ada beberapa hal buruk yang mereka lakukan, antara lain mereka melanggar janji mereka tentang otonomi Hong Kong, mereka memasukkan orang Uighur ke dalam kamp dan menghukum dan memenjarakan mereka. Kita tidak mau seperti itu. Tapi sepertinya itu adalah perbandingan antara pemerintah otoriter yang memerintahkan semua orang apa yang harus dilakukan, dengan pemerintah representatif yang tidak bisa berbuat apa-apa sama sekali.

Dalam 2 generasi, China telah membangun 500 kota baru dari nol, memindahkan mayoritas dari penduduk mereka yang sangat banyak dari kemiskinan ke golongan menengah dan menguasai sebagian besar pasar 5G dan bahan farmasi, oh, dan mereka membeli Afrika. 

Prakarsa jalur sutra baru mereka adalah proyek infrastruktur terbesar dalam sejarah yang membuat bukan hanya kontinen yang dilaluinya terbelit hutang, tetapi juga sebagian besar Asia, Eropa dan Timur Tengah sampai dengan orang-orang yang membangun jalan itu sendiri. Jika Anda bepergian ke mana saja di dunia sekarang ini, sebaiknya Anda menyediakan mata uang Yuan!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun