Mohon tunggu...
Juang Faaid
Juang Faaid Mohon Tunggu... SigNature

Mengurai kata, menyibak semesta

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Kemerdekaan, Perempuan, dan Koperasi

21 Agustus 2019   12:29 Diperbarui: 21 Agustus 2019   12:44 0 0 0 Mohon Tunggu...
Kemerdekaan, Perempuan, dan Koperasi
doc.mitradhuafa

Kiprah para Pahlawan dalam menghantarkan Indonesia menuju kemerdekaan telah melampaui usia tujuh puluh empat tahun. Peran nyata untuk membebaskan rakyat dari tirani dan cengkraman para penjajah telah terwujud secara de jure. Tujuh puluh empat tahun, bukan usia yang sebentar untuk dilalui. Terjangan aral halang rintang menguras darah yang tercurah dari para pahlawan bangsa.

Rasa merdeka hanya sekedar dirasakan oleh mereka yang telah berkecukupan dalam segi perekonomian. berbeda halnya bagi rakyat jelata yang harus berjibaku setiap hari demi meraih hidup meski barang sehari saja.

Peran perempuan dalam menyempurnakan makna kemerdekaan sudah dilakukan jauh hari oleh para perintis wonderWoman Indonesia. Sebut saja Cut Nyak Dien, Dwi Sartika, hingga R.A Kartini senantiasa bertaruh peluh dan nyawa demi tegaknya kehormatan dan hak kaum perempuan di bumi pertiwi ini.

Di era Revolusi 4.0, kemerdekaan yang hakiki masih belum terasa oleh mereka yang jauh dari akses dan fasilitas publik dalam memenuhi kelangsungan berkehidupan. Karenanya, mereka masih sangat membutuhkan sokongan untuk cerahnya keberlangsungan hidup.

Namun demikian, keadaan yang serba terbatas tidak mengurungkan niat untuk senantiasa berikhtiar menatap hidup yang semakin cerah. Dengan lingkungan pedesaan yang masih tetap asri mereka selalu tangguh menjadi benteng negeri, benteng yang terajut dari kesederhanaan dan kearifan lokal. Pedesaan adalah tempat di mana kita bisa hening menakar rekam jejak masa lalu dan saat ini, sebab di pedesaan lah waktu seakan diam, hanya sedikit tersentuh oleh nilai kekinian terlebih oleh arus digital zamanNow.

Di antara  berbagai masalah yang hadir di tengah masyarakat, taraf kesejahteraan masih begitu timpang, lapangan pekerjaan lagi-lagi terhambat dengan keterbatasan skill yang dimiliki masyarakat, begitupun jenjang pendidikan yang masih rendah. Hal ini menjadi paket permasalahan yang selalu meliputi keadaan masyarakat pedesaan hingga saat ini. 

Dengan adanya Koperasi semua permasalahan tersebut akan berangsung terobati. Koperasi Mitradhuafa, menjadi Kopersi Simpan Pinjam (KSP) yang telah mengakomodir kebutuhan masyarakat di berbagai pelosok negeri. Dengan berbagai produk yang ditawarkan menjadikan Komida (Koperasi Mitra Dhuafa), menjadi salah satu koperasi terbaik yang hadir di tengah masyarakat Indonesia.

Sebagai Koperasi simpan pinjam (KSP) yang memegang teguh sistem GrameenBank, yang selalu memfasilitasi setiap perempuan  berpenghasilan rendah yang ada di pelosok negeri,  MitraDhuafa terus berusaha menyalakan api semangat perempuan pedesaan yang berpenghasilan rendah, agar menjadi penerang untuk keluarga di hari esok. 

Hingga pertengahan tahun 2019, Komida telah menyalurkan dana bantuan sejumlah Rp. 7,127 T, dengan keanggotaan aktif berjumlah 673.910 perempuan berpenghasilan rendah dengan 269 cabang yang tersebar diseluruh pelosok pedesaan Indonesia. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Koperasi Mitra Dhuafa (Komida) selalu berpegang teguh pada prinsip kerja, dan memfasilitasi secara aktif dan nyata bagi kaum perempuan Indonesia.

Atas dasar derajat kehormatan kaum perempuan, Koperasi Mitra Dhuafa (Komida) akan tetap teguh memfasilitasi dan mengakomodir kaum "ibu" yang mampu mencetak generasi pantang menyerah dari hadirnya kuasa zaman, juga kian membangun perempuan yang selalu tangguh dalam mengarungi makna kehidupan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x