Mohon tunggu...
Yuni Zulfiyah
Yuni Zulfiyah Mohon Tunggu... Desainer - Tetap Optimis

Ingin terus belajar hal baru termasuk dunia tulis menulis

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Tak Perlu Takut Lagi untuk Jatuh

9 Januari 2018   19:59 Diperbarui: 9 Januari 2018   20:08 263
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Selama Pertandingan tujuh hari lamanya kita tinggal di sekolah dasar baik tidur, makan, latihan, bercanda kami lakukan bersama-sama, membayangkan dulunya kita lawan saat bertanding, kini kita semua berbaur bahagia. Kecuali sahabatku Fika dia begitu menghawatirkan keadaan ibunya yang sakit dia berharap besar kali ini dia akan membawa mendali dan mendapat uang penghargaan dari sekolah, karena dengan uang itu ia bisa membayar pengobatan bagi ibunya.

            Tidak terasa sudah hari ketiga bagi kami semua untuk berjuang. Saatnya diriku masuk di perempatan final aku harus melawan sahabatku sendiri berhadapan dengannya membuatku membayangkan kebersamaan kita, ibunya yang sedang sakit. 

Bayangan itu semua membuatku tidak fokus termasuk pelatihku bagaimana caranya memberikan arahan pada kita berdua yang sama-sama anaknya. Aku sudah mencoba berjuang keras dan hasilnya adalah sahabatku Fika yang menang. Entah kenapa aku sendiri merasa senang melihat dia yang masuk semi final.

" Kenapa dengan permainanmu? ini bukan kamu, jangan pikirkan kalau dia sahabatmu." emosi teman-teman.

"Tenang masih banyak pertandingan ini hanya pemanasan bagimu, kemari mas nur beri Geliga Krim yang akan membantu meredakan bengkak di kakimu ini." Pelatihku mencoba menyemangatiku disaat kekalahanku ini.

            Hari keenam kita smua masih dag dig dug perlahan-lahan teman-teman kami mulai merasakan sakit baik bengkak, nyeri otot, luka dan penyakit yang paling bahaya adalah masuk angin, karena sudah menjadi tradisi baru jika ada salah satu yang masuk angin solusinya dengan dibalur Geliga Krim keseluruh tubuhnya sampai Geliga Krimhabis, dan kali ini temanku yang bernama Rizky menjadi korban mereka semua. Beberapa dari kami yang kalah bergadang sambil menunggu datangnya tahun baru.

 "3..2..1.. Happy New Year ." kita semua mengucapkannya dengan rasa bahagia.

Hening itu yang kita dapatkan disini tidak ada pawai, pesta kembang api, dll. Kami sudah menunggu lama ternyata tidak terjadi apa-apa, karena tempat yang kami tinggali ini sangatlah jauh dari pusat kota jadi sangat dimaklumi jika tidak ada keramaian bahkan tetangga sekitar sudah pada tertidur pulas.

            Keesok harinya adalah hari yang ditunggu-tunggu pertandingan babak final. Termasuk pertandingan akhir sahabatku semoga kali ini ia juara dan dapatkan mendali itu. Lima dari kita semua akan membanggakan daerah kita. 

Pertandingan yang sangatlah menegangkan, akhirnya sahabatku membawa mendali walaupun dia hanya mendapatkan juara dua aku cukup senang dia mendapat juara 2 seindonesia dikelas F melawan daerah samarinda.

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi
Seusia penutupan kompetisi silat tapak suci kini saatnya bagi kita liburan yang sebenarnya. Awalnya kita berjalan mencari transportasi tiba-tiba teman baru Mas Nur memberikan tumpangan dan mengantar kami untuk mencari hotel dan hotel yang kami dapatkan adalah panti asuhan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun