Jimmy Haryanto
Jimmy Haryanto penulis bebas

Pecinta Kompasiana. Berupaya menjadi pembelajar yang baik, namun sering merasa malu karena belum bisa berbuat yang berarti untuk bangsa dan negara. Walau negara sedang dilanda wabah korupsi, masih senang sebagai warga. Cita-cita: agar Indonesia bisa kuat dan bebas korupsi; seluruh rakyatnya sejahtera, cerdas, sehat, serta bebas dari kemiskinan dan kekerasan. Prinsip tentang kekayaan: bukan berapa banyak yang kita miliki, tapi berapa banyak yang sudah kita berikan kepada orang lain.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Air Mata Lebaran yang Membahagiakan

14 Juni 2018   11:30 Diperbarui: 15 Juni 2018   21:49 421 0 0

Ketika aku memeriksa kertas ujian anak muridku malam itu tiba-tiba aku menangis.

Suamiku yang sedang rebahan di tempat tidur sambil memainkan telepon genggam (HP)nya rupanya memerhatikanku dan bertanya "Kenapa kamu menangis?"

Aku mengatakan bahwa aku sedang memeriksa kertas ujian murid yang membuatku tergugah.

"Apa katanya?" tanya suamiku sambil tetap memainkan HPnya.

Saya jelaskan bahwa saya meminta murid untuk menulis karangan (essay) berjudul "Aku Ingin." Kertas karangan terakhir yang kuperiksa ini mengatakan:

"Ketika ayah dan ibu bangun langsung mengambil HPnya, bukan memeluk aku.

Ketika pulang kerja dan mereka sudah lelah, mereka langsung memegang HPnya. 

Ayah sangat asyik bermain dengan HPnya tapi tidak punya waktu bermain dengan aku.

Ibu sangat senang mengirim foto-fotonya lewat facebook, instagram atau whasapp tapi tidak memerhatikanku.

Ketika aku berkata sesuatu yang penting mereka tidak peduli. HP lebih penting bagi mereka.

Aku ingin menjadi HP."


Sekarang air mata suamiku yang mulai mengalir dan dengan lembut dia bertanya, "Siapa anak yang menulis itu?"

"Putra kita!" jawabku. 

Suamiku langsung beranjak dari tempat tidur dan memelukku dan kami menuju kamar putra kami. Kami memeluknya erat-erat.

Lebaran kali ini menjadi penuh arti karena kami bertekad untuk memancarkan kasih sayang dengan semua bukan dengan HP.