Mohon tunggu...
Jimmy Haryanto
Jimmy Haryanto Mohon Tunggu... Administrasi - Ingin menjadi Pembelajaryang baik

Pecinta Kompasiana. Berupaya menjadi pembelajar yang baik, karena sering sedih mengingat orang tua dulu dibohongi dan ditindas bangsa lain, bukan setahun, bukan sepuluh tahun...ah entah berapa lama...sungguh lama dan menyakitkan….namun sering merasa malu karena belum bisa berbuat yang berarti untuk bangsa dan negara. Walau negara sedang dilanda wabah korupsi, masih senang sebagai warga. Cita-cita: agar Indonesia bisa kuat dan bebas korupsi; seluruh rakyatnya sejahtera, cerdas, sehat, serta bebas dari kemiskinan dan kekerasan. Prinsip tentang kekayaan: bukan berapa banyak yang kita miliki, tapi berapa banyak yang sudah kita berikan kepada orang lain.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Renungan Menjelang Puasa; Indonesia Tanah Air Beta

27 Mei 2017   00:52 Diperbarui: 27 Mei 2017   01:09 229 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Saat Indonesia dijajah 350 tahun (dari tahun 1602 hingga 1945) penduduknya masih di bawah 100 juta jiwa. Hidup rakyat Indonesia di zaman penjajahan itu sangat miskin dan melarat, penuh dengan penderitaan. Kalau ada orang Indonesia yang bergerak dari satu kota ke kota lain saja bisa dibunuh oleh pemerintah penjajah. Kalau sekarang orang berpuasa hanya satu bulan atau pada hari Senin dan Kamis, di zaman penjajahan hampir sepanjang waktu orang berpuasa karena tidak ada yang bisa dimakan.    

Kini penduduk Indonesia berjumlah sekitar 250 juta jiwa. Hidup seluruh rakyat sudah lebih baik. Masyarakat Indonesia yang beragama Islam akan menunaikan ibadah puasa dengan baik. Namun jasa para pahlawan Indonesia tidak mungkin dilupakan. Tanpa perjuangan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (STOVIA) tahun 1908  agar seluruh rakyat bersatu melawan penjajah, tidak mungkin Indonesia merdeka. 

Tanpa Sumpah yang diikrarkan para pemuda Indonesia tahun 1928 yang menyatakan satu bahasa yakni Bahasa Indonesia, satu tanah air yakni tanah air Indonesia, dan satu bangsa yakni bangsa Indonesia, tidak mungkinlah ada demonstrasi saat ini di Jakarta. Tanpa keberanian Bung Karno dan Bung Hatta tanggal 17 Agustus 1945 menyatakan kemerdekaan Indonesia tidak mungkinlah kita memiliki presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla saat ini.   

Lalu mengapa tiba-tiba ada perkembangan di tanah air yang  sepertinya mengusik rasa persatuan dan kesatuan itu? Kita tidak boleh lupa banyak orang di luar Indonesia yang senang kalau Indonesia hancur berantakan. Tergantung pada kita 250 juta rakyat ini mau kita biarkan hancur lebur atau kita jaga bersama agar semakin kuat dan kokoh, di mana rakyatnya semuanya bisa hidup sejahtera bahkan bisa menolong orang lain.  

Selamat menunaikan ibadah puasa.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan