Mohon tunggu...
Jhon Miduk Sitorus
Jhon Miduk Sitorus Mohon Tunggu... Ekonomi, Politik dan Sepakbola

Instagram @Jhonmiduk8

Selanjutnya

Tutup

Bola

Allianz Junior Football Camp 2018, Fundamentalisme Sepakbola, Apresiasi Prestasi Anak Muda, dan Pahlawan Sepakbola Indonesia

4 Juli 2018   01:12 Diperbarui: 4 Juli 2018   02:03 0 1 0 Mohon Tunggu...
Allianz Junior Football Camp 2018, Fundamentalisme Sepakbola, Apresiasi Prestasi Anak Muda, dan Pahlawan Sepakbola Indonesia
5 pemenang Allianz Junior Football Camp 2018 dari kota Jakarta. Foto : Jhon Miduk Sitorus

Wajah kelima anak  terpilih terlihat berseri dan terharu saat dipanggil sebagai pemenang Allianz Junior Football Camp  (AJFC) 2018 di lapangan sepakbola Simprug, Minggu, 1 Juli 2018. Dengan demikian, terbayang dibenak mereka bagaimana suasana menimba ilmu di Thailand nantinya. Mereka mewakili kota Jakarta lolos seleksi dari 450 remaja yang ikut serta dalam AJFC 2018 seleksi tahap awal ini.

AJFC 2018 sejatinya dilaksanakan di dua kota di Indonesia, yaitu di Jakarta dan Medan. Kota Medan sudah meloloskan 4 wakilnya lewat seleksi yang sama juga, yaitu seleksi fisik dengan  peniliaian dari panitia saat mereka bertanding dilapangan. Dengan demikian, ada total 2.386 remaja yang mendaftarkan diri untuk mengikuti proses seleksi di dua kota, Medan dan Jakarta.

AJFC merupakan program eksplorasi bakat sepakbola pada anak-anak remaja oleh Allianz yang rutin diadakan setiap tahun. Sejak diadakan sejak tahun 2012, AJFC selalu menarik minat dan perhatian para anak-anak remaja yang mengasah kemampuan di Sekolah Sepakbola dari berbagai daerah untuk mencari pengalaman lebih baik lagi. Melalui AJFC, para peserta diharapkan mendapat kesempatan dan pengalaman istimewa dengan mendapatkan pelatihan fisik, materi, dan teknik dalam bermain sepakbola langsung dari tim pelatih FC Bayern Munchen.

Fundamental Sepakbola

Peter Van Zyl, Presiden Direktur Allianz Utama Indonesia saat memberikan sambutan di konferensi pers, Minggu, 1 Juli 2018 di Belezza Suites. foto : jhon miduk sitorus
Peter Van Zyl, Presiden Direktur Allianz Utama Indonesia saat memberikan sambutan di konferensi pers, Minggu, 1 Juli 2018 di Belezza Suites. foto : jhon miduk sitorus
Tujuan AJFC dipertegas oleh Peter Van Zyl, Presiden Direktur Allianz Utama Indonesia saat diwawancarai pada hari Minggu, 1 Juli 2018 di The Balezza Suites adalah sebagai sarana pendukung minat para remaja untuk mewujudkan mimpi mereka dalam meraih mimpi dan pengalaman dalam berlatih sepakbola secara professional, dimana mereka akan ditempa dan dilatih bersama peserta lainnya dari berbagai Negara. Peter mengatakan jika anak-anak pada umumnya suka dengan sepakbola.

Dibalik pertisipasi Allianz dalam mengembangkan bakat dan potensi para remaja anak-anak muda indonesia dalam sepakbola, Peter juga tak mengesampingkan profesionalitas sebagai seorang pesepakbola. Meski masih remaja, jiwa-jiwa fair play mutlak ditanamkan. Demikian juga kerjasama tim sangat diutamakan karena sepakbola sejatinya adalah olahraga tim yang membutuhkan kepercayaan antara pemain satu sama lain. "Disiplin, komitme, dan teamwork merupakan hal yang paling utama dalam sepakbola, terutama dalam hidup," ucap ayah tiga anak ini.

Dewasa ini, sepakbola bukan hanya dianggap lagi sebagai sekedar olahraga saja, tetapi sudah menjadi bahasa internasional. Terbukti dari piala dunia yang bisa menjadi sarana pemersatu dunia bahkan di Indonesia ditengah hiruk pikuk politik yang tidak pernah surut. Acara konferensi pers bertajuk #PahlawanSepakBola ini diharapkan semakin meningkatkan perhatian berbagai kalangan untuk pembinaan usia dini karena diusia tersebutlah fundamentalisme sepakbola terbangun.

Pelatih Barito Putera, Jackson F Thiago yang mendapat tugas sebagai pemateri "Coach to Coach" yang juga diselenggarakan oleh Allianz juga mengungkapkan hal yang serupa. Disiplin sangat perlu dan merupakan yang paling utama. Disiplin itu wajib dimulai sejak anak tersebut lahir, kemudian diawali dari keluarga hingga kemudian masuk ke sekolah sepak bola, akademi hingga kedalam tim profesional.

Sebagai seorang pelatih yang ditugaskan dalam "coach to coach" ini, Jackson selalu menyalurkan disiplin yang diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari, baru kemudian mengajarkan teknik dan kualitas dalam melatih sepakbola.

Jackson juga menilai aspek kepribadian, ketaatan terhadap perintah pelatih dan persiapan pribadi terhadap tim. Jackson menginginkan agar ide dan visi kepelatihan serta pengalamannya di berbagai level kompetisi tersalurkan kepada para pelatih yang mendapat kesempata untuk dididik sehingga setelah pelatihan "coach to coach" akan lebih banyak strategi yang akan diterapkan dilapangan nanti.

Menyeimbangkan Pendidikan dengan Sepakbola

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3