Mohon tunggu...
Jessyka Malau
Jessyka Malau Mohon Tunggu... Psikolog - Psikolog Klinis

Penikmat musik dan kopi hitam

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Orang Tua Terlibat, Anak Hebat

14 Agustus 2018   12:59 Diperbarui: 16 Agustus 2018   10:25 804
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

newsoptimist.ca
newsoptimist.ca
2. Membangun kedekatan emosional dengan anak

Dalam mengasuh anak, orangtua butuh melakukan aktivitas bersama yang dapat mengembangkan kedekatan emosional. Orangtua perlu memberikan waktu, dukungan dan hadir untuk anak.

Tantangan di era milenial, seringkali orangtua dan anak melakukan aktivitas seperti berlibur atau makan bersama namun tidak saling terhubung karena sibuk dengan gawai masing-masing. 

Oleh karena itu, orangtua dihimbau menyediakan waktu berkualitas yang disesuaikan dengan kondisi dan rutinitas keluarga masing-masing. Satu jam saja namun berkualitas lebih berarti dibandingkan berjam-jam bersama dengan anak namun tidak saling terhubung. Orangtua dapat memilih aktivitas atau kegiatan bersama yang mengembangkan minat bakat sekaligus menyenangkan bagi anak. Misalnya, membaca buku cerita, berkebun, memasak, bermain musik, dan lain sebagainya.

askfortask.com
askfortask.com
3. Mempertimbangkan kebutuhan dan aspirasi anak

Di dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak, orangtua juga perlu merencanakan dan mempertimbangkan fasilitas pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemauan anak serta kemampuan ekonomi keluarga.

Orangtua dapat mendiskusikan tentang kondisi fisik, psikologis dan sosial anak dengan guru di sekolah atau tenaga profesional seperti psikolog atau dokter, sehingga hasil penilaian tentang anak akan lebih objektif. Misalnya, anak yang berminat dan berbakat dalam  musik lebih cocok diberikan alat musik atau les musik, bukan memaksakannya untuk ikut kursus melukis atau kursus bahasa.

Satu lagi, orangtua sebaiknya melihat kemauan dan kapasitas anak. Jangan sampai anak merasa kesulitan bahkan kelelahan dengan semua aktivitas pembelajaran yang ditentukan oleh orangtua. Terlebih, bila anak dipaksa untuk mengikuti kegiatan yang tidak sesuai dengan kemauan dan kemampuan anak, maka anak akan merasa tidak nyaman dan tertekan selama menjalani pembelajaran. Misalnya, seorang anak kelas 2 SD yang dikutkan les membaca dan bahasa setelah pulang sekolah merasa kelelahan, bosan dan akhirnya mogok sekolah. Ketika aktivitas belajar yang terlalu padat dikurangi, perlahan anak mulai semangat dan siap untuk belajar dan bersekolah.

4.Melatih kedisiplinan dan tanggung jawab anak

Selain mengembangkan kedekatan emosional dengan anak, orangtua juga perlu melatih kedisiplinan dan tanggung jawab anak. Kedisplinan menumbuhkan sikap mandiri dan tanggung jawab yang akan membantu mempersiapkan anak memasuki tahap perkembangan berikutnya. Misalnya, disiplin bangun pagi, menjaga kebersihan, mengerjakan pekerjaan di rumah, dan lain sebagainya.  

sunlight.co.id
sunlight.co.id
Beberapa orangtua cenderung mempermudah segala sesuatu untuk anaknya dengan alasan tidak tega atau kasihan terhadap anak. Dalam jangka pendek, bantuan dan kemudahan yang disediakan oleh orangtua tampak menolong anak. Hanya saja, dampak jangka panjang akan membuat anak selalu bergantung pada orangtua dan kurang yakin terhadap kemampuan diri sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun