Mohon tunggu...
Rut Sri Wahyuningsih
Rut Sri Wahyuningsih Mohon Tunggu... Penulis - Editor. Kontributor. Admin Fanpage Muslimahtimes

Belajar sepanjang hayat. Kesempurnaan hanya milik Allah swt

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Hajat Hidup Orang Banyak yang Tak Terurus

1 Agustus 2021   23:10 Diperbarui: 1 Agustus 2021   23:15 56 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hajat Hidup Orang Banyak yang Tak Terurus
Foto: desain pribadi

Hajat Hidup Orang Banyak yang Tak TerurusPernah bepergian lantas ingin BAK/BAB ternyata menemukan toilet yang jauh dari kata layak? Entah itu di rest area, Pom Bensin, rumah makan , mall atau tempat wisata. Pasti perasaan seketika berubah kecewa, sudahlah hajat harus dituntaskan, saat-saat darurat, ternyata tak sesuai harapan.

Biasanya, air kran kering, tak ada tisu toilet, becek, bau, bekas BAK/BAB tidak disiram, pintu toilet yang lecek bahkan tak bisa ditutup, tempat wudhu tidak terpisah untuk pria dan wanita, tak jarang toiletpun tak ada sekat antara pria dan wanita, padahal ada keterangan sandal harus dicopot. Bagi perempuan jelas merepotkan karena harus membuka kaos kaki.

Budaya bersih memang belum menjadi jiwa masyarakat kita sehari-hari. Istinjak, berwudhu ataupun mandi bukan hal yang urgen bahkan dianggap tidak berhubungan dengan keimanan. Sungguh buruk! Sebab Rasulullah Saw saja bersabda,"Bersuci (thaharah) itu setengah daripada iman." (HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi).

Atau hadist yang lainnya "Dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu." (HR. Tirmizi).

Hal ini menunjukkan betapa Islam sangat mementingkan kebersihan dan memerintahkan umat Islam untuk senantiasa menjaga kebersihan. Dari sesuatu yang bersih kita bisa menilai kepribadian seseorang. Ibadah apapun selalu dikaitkan dengan kebersihan, baik bersih badan maupun pikiran. Kinerja seseorang akan lebih optimal ketika ia menjadi bersih.

Lantas mengapa budaya bersih seakan luntur dan tak menjadi keseharian kaum Muslim, malah di negara lain, kecanggihan teknologi sudah merambah urusan toilet? Mulai dari sensor badan, sensor air, toilet kering, pengelolaan air limbahnya dan lain sebagainya.

Fakta ini sebenarnya terbalik, ketika Eropa mendengar tentang kebersihan dari negara adidaya yaitu Daulah Khilafah kala itu, sedang dalam keadaan yang memprihatinkan. Sepanjang jalan akan banyak di temui kotoran manusia yang dibuang begitu saja saking buruknya pengetahuan mereka tentang kebersihan.

Semenjak abad ke-7 M, umat Muslim sudah menciptakan suatu cara hidup higienis yang mutakhir. Berdasarkan Ahmad Y Al-Hassan dalam bukunya berjudul, Technology Transfer in the Chemical Industries, kota-kota Islam semacam Nablus (Palestina), Kufah dan Basrah (Irak) telah memerankan sentra industri sabun."Sabun yang kita kenal hari ini merupakan warisan dari peradaban Islam," papar Al-Hassan. 

Al-Hassan menjelaskan, sabun yang terbuat melalui minyak sayuran, misalnya minyak zaitun beserta minyak aroma, mula-mula sekali diproduksi para kimiawan Muslim pada era kekhalifahan. Salah seorang sarjana Muslim yang sudah dapat menciptakan formula sabun ialah Al-Razi, ahli kimia dari Persia.

Sabun yang dicipta umat Muslim pada zaman kejayaannya telah memanfaatkan pewarna dan pewangi. Ada sabun cair dan ada pula sabun batangan. Bahkan telah tercipta sabun khusus untuk mencukur kumis dan janggut. Resep pembentukan sabun yang komplit tercatat di dalam salah satu risalah bertarikh abad 13 M.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x