Mohon tunggu...
Jati Nugroho
Jati Nugroho Mohon Tunggu... Freelancer - Penggemar bola layar kaca yang ingin belajar menulis

The harder I try, the luckier I get

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Jadi Fans Bola Jangan Kardus!

4 Juni 2020   19:39 Diperbarui: 4 Juni 2020   23:59 2422
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi pura-pura menonton televisi. (sumber: shutterstock via kompas.com)

MU kalah lawan Newcastle, Bournemouth, Watford, Crystal Palace, dan West Ham di liga. Bahkan lawan Astana, klub asal Kazakhstan di Europa League saja mereka juga kalah 2-1. Fans MU seakan nggak mau tahu kalau timnya itu sebetulnya lebih buruk dari yang mereka bayangkan.

Tapi namanya juga fans MU, pasti akan cari alasan kalau timnya kalah. Mereka tetap menolak dianggap inferior, padahal jelas-jelas performa mereka musim ini tak bisa dibilang memuaskan. 

Kalau Norwich bisa ngalahin Manchester City 3-2, mereka bilang Norwich tim yang lebih jago. Tapi kalau Astana bisa ngalahin MU, mereka nggak mau mengakui kalau Astana lebih jago daripada MU. 

Mereka malah menyalahkan lapangan, wasit, kurangnya waktu istirahat, dan segambreng alasan lainnya. Hmm, enaknya diapain yah fans bola macam begini?

Karena penyakit ini sudah terlampau parah, saya menyarankan para fans kardus MU untuk sering-sering mengamati statistik untuk membuktikan kalau delusi mereka ini parah stadium 4. 

Lihat saja Opta Joe, Whoscored, Footystats, atau paling gampang buka situsnya EPL lah. Sampai pekan ke-29 musim ini, MU hanya 8 kali nirbobol,  itu peringkat 9 di antara seluruh klub EPL. Catatan ini bahkan lebih jelek dibandingkan Burnley, Leicester City, Sheffield United, Crystal Palace, Newcastle dan Watford. 

Dari segi ofensif, catatan mereka juga tidak mengesankan. MU cuma mencatatkan 12 kemenangan dengan mencetak 44 gol, masih dibawah rival mereka seperti City, Liverpool, Chelsea, Spurs, dan Leicester.

Intinya, kalau sudah lihat statistik, kita lebih bisa nge-judge tim kesayangan dengan lebih objektif dan menyeluruh. Juga, sesudah berkaca dari statistik, saya rasa fans MU bakalan nyadar kalau MU bukanlah tim yang dominan seperti dulu. 

Mereka sekarang lebih inferior di hadapan rival-rival mereka beberapa musim belakangan. Mereka bukan lagi yang terbaik, tidak seperti apa yang digembar-gemborkan fansnya di media sosial. 

Dengan melihat statistik, mata hati fans kardus MU akan terbuka. Sifat sombong nan menyebalkan mereka pun niscaya bisa hilang melalui cara ini.

Balik lagi ke kasus MU 4-0 Chelsea, apakah kita bisa menyimpulkan kalau MU lebih bagus daripada Chelsea? Nggak juga. Faktanya, sekarang Chelsea duduk di peringkat 4 liga, 1 tingkat diatas MU. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun