Mohon tunggu...
Ahmad J Yusri
Ahmad J Yusri Mohon Tunggu... Pelajar , Pecinta Sastra dan Budaya

Mahasiswa Fisika tahap pemula , . Senang berbahasa Arab juga Inggris walau tak seberapa , gemar berbagi pengalaman juga ilmu . Salam kenal

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Orasi Lumbung Prestasi

22 Juli 2020   14:22 Diperbarui: 22 Juli 2020   14:59 45 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Orasi Lumbung Prestasi
ilustrasi (dok. penulis )

Secuil kisah dari pelosok negri

            Aku tinggal di sebuah pelosok kampung yang asri dan rindang. Berada di Sibagasi , sebuah  kampung kecil di Padang lawas Utara yang letaknya jauh dari ibukota . Ayahku ialah seorang petani karet sedangkan ibuku seorang guru honorer  di Sekolah Dasar .Rumahku hanya terdiri dari bangunan semipermanen dari batubata dan setengah rumah panggung.

            Bapakku   pernah bilang “ Tuntutlah ilmu setinggi mungkin , karena kau kelak akan bersaing di masa yang akan datang,  “. Tapi apakah hal itu bisa terwujud sedangkan aku berasal dari keluarga yang pas-pasan  bahkan bisa  makan dalam sehari pun aku sudah sangat bersyukur. Sedangkan untuk melanjutkan studi ke perkuliahan itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

            Namun niatku mulai muncul saat aku belajar di sebuah pondok modern bernama Ponpes Al-Hasanah yang berlokasi di di Ibukota Medan Sumatra Utara. Sewaktu itu aku diantar oleh Tulang[1] Ahmad yang tinggal di Kota Binjai . “Bonar, selayaknya kau itu mondok saja. Kau itu ada basic agama , disana kau bakal bisa kembangkan potensi !”  ucap beliau padaku saat kumpulan keluarga .

            Memang kalu dipikir pikir ,ucapan dari adik bapakku ini ada benarnya juga. Karena aku sadar bahwa saat di Sekolah dasar ialah anak yang suka dalam bidang keagamaan seperti azan, baca Al-Quran maupun sholawatan.

            Akhirnya, aku memutuskan untuk belajar dipondok yang disarankan oleh Tulang-ku itu, dan diantar dengan naik bis antar kota sampai ke Medan. Orangtuaku tidak ikut karena mereka sedang sibuk bekerja. Sampai di pondok  itu aku disuguhi sebuah plat panjang bertuliskan “kesini  apa yang kau cari?’’. Aku tertegun setelah membacanya.Seakan menantang nyali seorang penuntut ilmu disana.

            Kegiatan dipondok ini sangat  bervariasi tapi  yang wajib terfokus pada dua hal. Yaitu Bahasa dan Kitab kuning. Setiap hari jumat ada kegiatan Muhadoroh yaitu pelatihan pidato dengan 3 bahasa ; Indonesia, Inggris dan Arab . Ditahun pertama atau setingkat kelas 1 SMP ,aku hanya belajar pembukaan pidato saja. Dan yang aku sukai adalah bahasa arab.

            Pengalaman bermulai saat kelas dua dimana saat itu aku berpidato bahasa indonesia. Dan tiba-tiba seniorku memilihku untuk bergabung ke ORISKA yaitu orator islam kontemporer Al-Hasanah. Suatu kebanggaan yang luar biasa bagiku. ORISKA merupakan wadahnya orang-orang yang handal dalam berpidato dan banyak menyemai prestasi di dalam maupun di luar pondok.

            Disitu aku mulai berlatih pidato  dua bahasa .tapi karena aku lebih nyaman dengan bahasa arab akhirnya aku pilih bahasa arab .  Latihan dimulai dengan olah vokal . Akhi[2] Wahyu selaku pembimbingku mengajar dengan tegas. Suatu hari dibelakang pondok;  aku , Rahmat dan Arif sesama anak ORISKA berlatih vokal dimana kami harus berteriak sekuat-kuat mungkin agar bersuara lantang , agak sedikit aneh memang . Meneriaki sawah yang berisi padi dan burung pipit tanpa ada yang menyahut. 

            Selain itu kami juga berlatih gestur. Kali ini Akhi wahyu mencontohkan gestur yang benar saat pidato. Posisi tangan, kaki dan badan ada porsinya masing-masing.

’’Wibawa seseorang terlihat dari sikap badannya  bukan bentuk badannya. Apalagi kamu bar biar badanmu kecil tapi dengan gestur akan terlihat gagah, betul tak?”. kata Akhi Wahyu .

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x