Mohon tunggu...
Rizky Kurnia Rahman
Rizky Kurnia Rahman Mohon Tunggu... Penulis - Seorang blogger dan penulis jempolan, maksudnya suka sekali menulis pakai jempol. Blog pribadi, https://rizkykurniarahman.com

Lahir di Jogja, sekarang tinggal di Sulawesi Tenggara. Merantau, euy!

Selanjutnya

Tutup

Humor Pilihan

7 Humor Ramadan yang Selalu Diulang-ulang sampai Kiamat

23 Maret 2023   21:12 Diperbarui: 23 Maret 2023   21:27 395
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humor, Sumber Gambar: https://pixabay.com/id/illustrations/buah-pir-wajah-meringis-humor-gigi-1263435/

Alhamdulillah, bulan Ramadhan 1444 Hijriyah telah tiba. Betapa bersyukurnya kita dipertemukan dengan bulan suci ini. Betapa banyak orang yang sudah mendahului kita. Beberapa hari akan memasuki bulan Ramadhan, ternyata mereka memasuki alam yang lain. 

Hari pertama Ramadhan telah diputuskan oleh Menteri Agama tadi malam. Hasilnya, hari ini, Kamis (23/03/2023), semua bisa berpuasa, baik yang mendukung keputusan pemerintah maupun yang aktif di Muhammadiyah. 

Menyegarkan

Puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan suami istri. Waktunya sejak Subuh sampai Maghrib. Ini durasinya cukup lama. Butuh kesabaran ekstra karena biasanya kita makan sembarang dan minum sembarang tanpa memperhitungkan waktu. 

Makanya, orang yang berpuasa itu memang karena iman. Coba misalnya, dia sedang berada di kost sendirian. Tidak ada orang lain yang melihat. Dia tutup pintu. Bisa saja dia makan dan minum di kamar kostnya itu. Namun, tidak dilakukan juga, itu berarti masih ada iman kepada Allah dalam hatinya. 

Sebagai pengisi waktu, yang paling bagus memang beribadah. Bisa dengan sholat, berdzikir, dan ibadah yang sangat ditekankan lainnya adalah membaca Al-Qur'an. Yang disebutkan terakhir ini bisa menjadi pengisi waktu luang yang sangat efektif. Justru ketika sedang haus-hausnya, kita didorong untuk mengaji dan terus mengaji. Nanti tambah haus bagaimana? Kan mengaji mengeluarkan suara. Kalau seperti itu keadaannya, tambah mengajinya lagi, sampai nanti menjelang buka puasa. 

Namun, mungkin ada masa-masa jenuhnya. Ingin melakukan variasi pengisi waktu ketika puasa. Sekarang sarananya sudah sangat banyak. Kita tinggal buka media sosial, maka di situlah pengisi waktu yang memang akhirnya jadi melalaikan. Termasuk dalam hal ini adalah bercanda atau mengeluarkan humor. 

Sejak dahulu, selalu saja ada humor-humor yang terus muncul di bulan suci Ramadhan. Humor-humor itu diposting, ditulis, atau dijadikan gambar dan video, demi mendapatkan interaksi dari orang lain. Biasa, demi mendapatkan like, komen, dan share. Bukankah tiga hal itu yang menjadi tujuan orang main medsos?

Nah, apa saja humor-humor yang selalu saja berulang-ulang di bulan Ramadhan ini? Sebentar, ganti subjudul dulu ya!

Humor Mana yang Mungkin Sering Kamu Pakai?

Pertama, saat puasa pertama, sudah mengatakan, "Nggak terasa ya, lebaran tinggal 29 hari lagi!" Ini adalah humor yang biasanya diucapkan orang yang sangat merindukan lebaran, padahal puasa saja baru hari pertama. Ketika momen lebaran itulah, dia bisa terbebas dari puasa. Tapi, Ramadhannya juga terlewat lho!

Kedua, lihat kecoa seperti lihat kurma. Kalau yang ini, memang perlu diperiksakan matanya deh! Masa sih ada mirip-miripnya antara kecoa dengan kurma? Yang benar saja? Yang satu hewan menggelikan di kamar mandi, satunya mengenyangkan saat buka puasa yang dinikmati. Rima an, an, i, i. 

Ketiga, saat bulan puasa setannya diikat, tapi kok kamu lepas? Setan itu tidak hanya berbentuk jin yang tidak terlihat itu lho, tetapi juga bentuknya manusia. Jadi, manusia yang sudah kesetanan itu bisa lebih setan daripada setan sebenarnya. Makanya, saat bulan puasa, masih banyak orang berbuat maksiat, karena yang setan bentuk jin sudah dibelenggu, tetapi yang bentuk manusia masih berkeliaran dengan bebasnya. 

Keempat, baru juga menahan haus, padahal yang berat adalah menahan rindu. Setuju kalau ini. Menahan haus, itu bisa diakali dengan melakukan aktivitas yang semata-mata membuat kita tidak terpikir dengan haus terus. Seperti membaca Al-Qur'an itu, makin dibaca, makin nikmat lho, meskipun tenggorokan kering dan haus terus teriring. Ini rima ing dan ing. 

Sedangkan, menahan rindu itu bisa rindu kepada siapapun di bulan Ramadhan ini. Paling terasa memang rindu kepada orang tua yang sudah meninggal dunia. Biasanya dahulu sama-sama menikmati bulan Ramadhan, sekarang mereka sudah tiada meninggalkan anaknya. 

Kelima, adzan Ashar kok mirip adzan Maghrib. Ini mungkin yang membuat orang jadi salah sangka, padahal semua adzan memang sama, kecuali adzan Subuh ada tambahannya. 

Keenam, jangan lupa makan siang, biar kuat puasanya. Ini mirip dengan humor yang pernah saya dengar waktu masih tinggal di Jogja: kita menunggu berbuka sambil ngopi-ngopi dulu yuk!

Ketujuh, berbukalah dengan yang sayang, karena yang manis belum tentu sayang. Ini mungkin sedikit mengkritik berbuka harus dengan yang manis, padahal ujung-ujungnya iklan juga. Berbuka yang manis memang bisa menyebabkan gula darah jadi naik.

Humor yang Ini Lebih Mashookkk

Kalau tadi ada tujuh humor yang sering dipakai dan mungkin akan terus dipakai sampai kiamat, tetapi ini ada satu lagi humor yang lebih menyinggung yang terkena. Bagaimana bunyinya? Humor itu adalah: katanya Islam, kok nggak puasa? Padahal laki-laki, sehat dan kuat, muslim pula, masa nggak puasa sih?

Humor ini atau kalimat yang dibawakan dengan nada humor ini mungkin bisa lebih masuk ke dalam hati orang-orang yang sengaja tidak berpuasa atau tidak mau berpuasa. Menurutnya, puasa itu dianggap sebagai beban yang mengekang hawa nafsunya untuk menyantap segala sesuatu. 

Bisa juga dipersepsikan, agama ini dianggap lelucon saja bagi mereka ya? Soalnya, puasa yang sudah disyariatkan Allah, kok dianggap main-main, dibiarkan berlalu begitu saja, dan mungkin dilihat sebagai ibadah orang-orang zaman dulu. 

Hem, hem, dan hem. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humor Selengkapnya
Lihat Humor Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun