Mohon tunggu...
Rizky Kurnia Rahman
Rizky Kurnia Rahman Mohon Tunggu... Penulis - Seorang blogger dan penulis jempolan, maksudnya suka sekali menulis pakai jempol. Blog pribadi, https://rizkykurniarahman.com

Lahir di Jogja, sekarang tinggal di Sulawesi Tenggara. Merantau, euy!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Kesalahan dalam Melihat Esensi Peringatan Isra Miraj

28 Februari 2022   15:20 Diperbarui: 30 Agustus 2022   15:06 131 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Masjid, Sumber Gambar: https://pixabay.com/id/photos/masjid-arsitektur-kubah-turki-4196145/

Akhirnya, hari Senin pun libur karena tanggal merah. Tanggal itu bukan karena kamu yang memberi spidol merah di kalendermu, melainkan karena ada peringatan hari besar Islam seperti tahun-tahun sebelumnya. Hari ini adalah peringatan Isra Miraj

Libur panjang dari Sabtu sampai Senin sungguh melegakan. Biasanya, kalau hari Senin adalah hari yang paling mengerikan dalam satu pekan. Sebabnya, saya begitu terburu-buru untuk menuju ke kantor sebelum pukul 08.00 WITA. Pada jam itu, dimulai apel pagi. Memang, kantor saya hanya apel pagi sekali dalam sepekan. Itupun, yang dibicarakan tidak jauh dari yang namanya kedisiplinan. Orang-orang yang ikut apel pagi justru diingatkan tentang kedisiplinan. Padahal, merekalah yang berdisiplin. Yang tidak apel itulah yang sebenar-benarnya tidak disiplin!

Pada hari ini, bisa menarik napas lega. Tidak perlu mandi cepat-cepat, sarapan cepat-cepat, berangkat ke kantor cepat-cepat. Nanti lagi, semoga ada libur atau tanggal merah berikutnya pas hari Senin. 

Melihat Peringatan Isra Miraj

Sesuai sejarah yang kita tahu, bahwa Isra Miraj itu adalah perjalanan yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Palestina. Selanjutnya naik menuju ke langit menghadap Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Luar biasanya, perjalanan tersebut dilakukan dalam tempo semalam saja. Sungguh, itu adalah bukti kekuasaan Allah Ta'ala. 

Lalu, setelah ketemu Allah, berikutnya apa? Nah, inilah esensi dari Isra Miraj itu, yaitu: perintah sholat lima waktu. Tadinya, sholat lima puluh waktu. Terus-menerus mendapat korting hingga lima waktu. Dimulai dari Isya, Subuh, Dzuhur, Ashar, dan Maghrib. Kalau disingkat menjadi ISLAM, dengan Dzuhur menjadi Lohor, sesuai pembawaan lidah orang Jawa. 

Peringatan Isra Miraj bukanlah peringatan jalan-jalannya, melainkan inti dari penerimaan tugas dari Allah langsung. Perintah sholat lima waktu itu memang tidak main-main. Biasanya, perintah cukup dari Malaikat Jibril alaihis salam. Malaikat tersebut adalah ajudan Allah. Utusan Allah yang mulia. Tugasnya memang menyampaikan wahyu. 

Nah, kalau Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam langsung menerima perintah sholat dari Allah, maka sholat menjadi ibadah yang paling utama setelah syahadat. Urutannya, syahadat dulu, baru sholat, jangan dibalik. Orang nonmuslim sebanyak apapun mereka ikut sholat, tetap tidak sah, karena tidak masuk Islam. 

Ini yang sering dilupakan oleh umat Islam zaman sekarang, zaman dulu juga banyak sih. Memperingati Isra Miraj setiap bulan Rajab, mengadakan acara di masjid-masjid, tetapi lupa esensi dari peringatan itu sendiri. Mereka mendengarkan ceramah tentang Isra Miraj, cuma sekali di masjid, setelah itu pulang. Besoknya, tidak ke masjid lagi. Lho, ini 'kan aneh bin ajaib. Hadir ke masjid justru untuk menghadiri acara yang saya yakin tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan para sahabatnya, tetapi sholat yang merupakan ibadah wajib tidak dilakukan di masjid. 

Makanya, saya juga heran, sangat heran. Masjid raya di tempat saya, begitu ramai ketika Peringatan Maulid. Ini sekarang bicara maulid. Banyak anggota masyarakat yang keluar dari rumahnya ke masjid. Ternyata, mereka ramai karena banyak kue, banyak makanan, banyak minuman, dan tentu saja banyak orang. Riuh sekali suasana masjid. Besoknya, masjid sepi lagi. Paling hanya dua hingga tiga shaf saja. 

Hukum Peringatan Isra Miraj

Kembali ke peringatan Isra Miraj, ada yang bertanya, bagaimana hukumnya? Kalau yang ekstrim sih mengatakan itu bidah. Ya, bidah dholalah. Dosa besar, ancamannya neraka! 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan