Mohon tunggu...
Narliswandi Piliang
Narliswandi Piliang Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Traveller, Content Director, Citizen Reporter, Bloger, Private Investigator

Business: Products; Coal Trading; Services: Money Changer, Spin Doctor, Content Director for PR, Private Investigator. Social Activities: Traveller, Bloger. email: iwan.piliang7@yahoo.com\r\nmobile +628128808108\r\nfacebook: Iwan Piliang Dua , Twitter @iwanpiliang7 Instagram @iwanpiliangofficial mobile: +628128808108

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Gerimis Subuh Dodi Dua Tahun Bisa

22 Mei 2018   15:46 Diperbarui: 23 Mei 2018   04:32 1228
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

WAKTU Imsak baru saja berlalu di Ramadan hari ketiga 2018. Jelang  Subuh di  Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Di jalan Yos Sudarso, tampak satu  dua orang  berjalan di kejauhan  di antara deretan ruko di sepanjang mata memandang. Ketika hendak berbelok menuju  Jl. Kelabat, gerimis turun. Di halaman masjid Al Hidayah, beberapa jamaah tampak masuk. Mereka berpayung.

Saya menerabas  masuk halaman masjid ditingkah gerimis menghantar hujan. Tak lama, seorang ibu tua basah-basah tersenyum. Ia buru-buru memasuki masjid. 

"Mana Pak Dodi?"

"Kita sedang menunggu," jawab seorang bapak. Beberapa jamaah dalam penantian di beranda.

Sosok ditunggu,  Dodi Reza Alex Noerdin, Bupati Musi Banyuasin (Muba), Presiden klub sepakbola Sriwijaya FC. Ia  kini mencalonkan diri menjadi  gubernur Sumatera Selatan.

Rintik hujan  bertambah.

Tak lama, seorang pria separuh baya berbadan tegap berbaju hijau muda turun dari mobil hitam. Ia tersenyum, tanpa memperhatikan hujan, melangkah cepat ke dalam masjid. Jamaah menyalami.  Saya pun turut berjabat tangan. Salamannya erat.

'Selamat datang Pak Dodi,"  seorang bapak tua takzim. Bapak pengurus  masjid.

"Allahu akbar, Allahu akbar."

Azan Subuh dikumandangkan muazin.

Saf jamaah perempuan di bagian belakang penuh. Di depan barisan pria, masih tersisa ruang sebaris. Ibadah subuh ditingkah hujan tetesannya mengikuti irama jantung.  Doa Qunut dipanjatkan :

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun