Mohon tunggu...
Noverita Hapsari
Noverita Hapsari Mohon Tunggu... Lainnya - Fun and Fine

Seorang Kompasioner

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Luka Hati yang Semoga Tersembuhkan: Buat Para Bunda Korban Kanjuruhan

4 Oktober 2022   15:07 Diperbarui: 4 Oktober 2022   15:59 68 4 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
@FaktaSepakbola Twitter

Luka Hati Yang Semoga Tersembuhkan: buat para bunda, para istri, dan keluarga suporter korban Kanjuruhan yang telah ditinggalkan..

Wahai para bunda dari tunas-tunas bangsa, yang sejatinya tengah bermekaran, yang tengah menuntut ilmu dengan penuh semangat di sekolahnya...SD, SMP, SMA, SMK...mahasiswa... 

Merekalah, putra-putra belahan hati, para pemuda yang polos, innocent, tanpa dosa yang renta..

Sesungguhnya, mereka tak bersalah, mereka hanya inginkan sececap, mencicip kebahagiaan atas hobinya, olahraga sepak bola, menghibur diri dengan cara yang halal. Suatu hal yang wajarlah, pada usia mereka yang masih muda...

Menonton bola, bersama-sama orang yang mereka percaya dan cintai, tidak ada yang salah bukan?

Tapi mengapa mereka harus dibuat menangis, memeras air mata tanpa dosa? Ledakan dan dispersi gas air mata itu meluncur ke TRIBUN ATAS -  suatu tempat bagi mereka yang semenjak awal tak berniat berulah hooliganisme.. Padahal, sepeninggal mereka, air mata adalah menu utama para bunda dan para pendamping hidup mereka, nan tak habis meratapi, menyesali disrupsi tatanan kehidupan keluarga yang tengah indah harmonis terjalin?

Air mata, porak-poranda...

Mengapa PINTU-PINTU stadion terpalang, terkunci, hingga kebebasan mereka jadi terhalangi, membuat masifnya jumlah pengorbanan yang seharusnya tak terjadi. Sedangkan, sejuta pintu-pintu maaf para bundanya, sesudahnya, terbuka begitu lebar merdeka.. teruntuk mereka.

Pintu, jangan buntu...

Tak dinyana, tak direncana, lewati gerbang kehidupan fana, jiwa-jiwa mereka telah berada di sisi pemilik-NYA

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan