Mohon tunggu...
Iswara Rusniady
Iswara Rusniady Mohon Tunggu... Pustakawan

sekedar mencoba berbagi...

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Sudahkah Perpustakaan Umum Daerah Menyesuaikan Layanan Perpustakaan di Era New Normal Covid-19?

14 Juli 2020   17:15 Diperbarui: 17 Juli 2020   14:54 120 2 0 Mohon Tunggu...

Saya tadi pagi, Selasa  14 Juli 2020,  mengikuti acara Webinar perpustakaan yang ditayangkan melalui youtube Perpustakaan Nasional. Dimana Webinar perpustakaan umum tersebut terselenggara atas Kerjasama Perpusnas dan Forum Perpustakaan umum. 

Dari tayangan youtube, webinar perpustakaan itu tema yang dibahas adalah  “kebangkitan Perpustakaan umum dan implementasi Kemendagri No.33 dan No.90 Tahun 2019”, Nara sumber pada webinar ini yaitu Gubernur Banten, Dr.Drs. H. Wahidin Halim, M.Si, Kepala Perpustakaan Nasional RI, Drs.Moh.Syarif Bando,MM dan Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah, Sri Purwaningsih, SH, MAP, dan moderatornya  Dr. Adin Bondan.

Pada  pertemuan forum komunikasi pengelola perpustakaan umum, yang biasanya dilakukan secara seminar dengan menggunakan ruangan, tetapi kali ini forum perpustakaan umum tersebut, dilakukan melalui zoom meeting,  karena situasi ditengah pandemi covid-19 yang harus menyesuaikan dengan  protocol Kesehatan, yaitu dengan pembatasan sosial, jaga jarak,  mengurangi kepesertaan tatap muka,  maka dilakukan dengan cara  Webinar, secara online - zoom meeting. 

Walau Forum perpustakaan umum ini dilakukan dengan cara Webinar, secara online. Pandemi yang melanda di seluruh negeri ini serta adanya regulasi baru dalam pengelolaan perpustakaan membawa arah baru dalam pengelolaan dan pengembangan perpustakaan umum di daerah.

Arah kebijakan pengelolaan dan pengembangan perpustakaan umum ke depan harus memapu mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Perpustakaan umum harus mampu membawa masyarakat di sekitarnya meraih kesejahteraan yang lebih baik melalui literasi.

Pada acara webinar tersebut, semestinya dihadiri Gubernur Banten tetapi  menurut penjelasan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Banten, Dr.Komarudin, MAP, bahwa Gubernur berhalangan hadir karena ada rapat penting,maka  pada acara webinar ini diwakili Kepala Dinas Perpustakaan dan arsip Provinsi Banten, selaku ketua forum perpustakaan umum, pada acara tersebut, Dr. Komarudin, mengemukakan “pada masa Kebangkitan perpustakaan umum di era new normal, mengusulankan kedepan perlu ada standard Kesehatan bagi pemustaka dan para pengelola perpustakaan. Bagaimana perpustakaan melahirkan protocol Kesehatan bagi pemustaka, standar Kesehatan bagi pengelola perpustakaan.” Jelasnya Komarudin. 

Kemudian Komarudin menjelaskan tentang "jumlah Peserta webinar ini cukup banyak, yang mendaftar hampir 1000 orang melalui Zoom meeting, sedangkan yang mengikuti lewat youtube sampai 3000 orang, jadi jumlah kepesertaan webinar ini  mencapai peserta yang luar biasa dengan jumlah 4000 orang, yang diikuti para pengelola dan pustakawan perpustakaan umum dan perpustakaan lainnya. Hal ini membuktikan, kepesertaan secara online ini lebih banyak.” Jelas Komarudin, selaku Ketua forum Perpustakaan umum.

Dampak dari  Covid-19 tentunya melahirkan adaptasi kebiasaan baru dalam cara bekerja maupun kegiatan lainnya, begitu juga kegiatan perpustakaan dalam layananannya, tentu menyesuaikan dengan kebiasaan baru tersebut, yang sebelumnya perpustakaan melayani pemustaka (pemakai perpustakaan) secara langsung, tetapi dengan adanya Covid-19 ini, kebiasaan tersebut, perlu ubah menjadi melayani pemustaka secara langsung secara terbatas, dengan meningkatkan layanan online dan layanan koleksi digital. 

Selanjutnya, Pembicara kedua, Kepala Perpustakaan Nasional, Drs. Syarif Bando menyampaikan judul “Literasi perpustakaan di masa Pandemi.”  Pada pemaparannya, Sarif Bando,  antara lain menyampaikan; dari latar belakang pendirian perpustakaan umum, masyarakat berhak mendapat layanan informasi, hal itu ada dalam manifesto IFLA, tentang Perpustakaan umum. 

Data masyarakat Indonesia yang tembus ke PGT hanya sampai 10 %, artinya sekitar 90 % banyak yang tak masuk ke PGT. Kemudian Syarif Bando, menjelaskan :  “Literasi dimasa Covid-19 ini, yaitu dengan pola penyesuaian kebiasaan baru, akses pengguna perpustakaan (layanan perpusnas digital - Ipusnas)  dimasa pandemi ini malah justru menunjukan angka peningkatan pemakaian mencapai 400 sampai 500 % dari sebelum adanya Covid-19.” Jelas Syarif Bando. 

Kemudian, Syari Bando menambahkkan bahwa : “Perpustakaan mendukung bidang Kesehatan,melalui informasi-informasi buku pengetahuan tentang Kesehatan, dan mendukung usaha pemerintah dalam pengembangan keparawisataan, melalui literasi wisata yang ada di wilayah Indonesia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN