Mohon tunggu...
Istanti Surviani
Istanti Surviani Mohon Tunggu... Lainnya - Ibu rumah tangguh yang suka menulis

Purna bakti guru SD, traveler, pejuang kanker

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Merindu Rumah-Mu

15 Juli 2022   23:55 Diperbarui: 16 Juli 2022   00:03 692
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Berangkat umroh 2011. Foto: Dokpri

Terima kasih pada bapak ibu, saudara, sahabat, tetangga, kawan-kawan pemulung, pedagang asongan, tukang sol sepatu, anak-anak panti asuhan, dan kaum dhuafa lainnya yang dengan tulus ikhlas mendoakan hajat-hajat kami. Bisa jadi doa mereka inilah yang diijabah Allah.

Terima kasih juga pada siapapun yang menitipkan doanya pada kami. Dengan mendoakan mereka, malaikat pun akan mendoakan hal yang sama untuk kami.  Jazaakumulloohi khoiron katsiiron.  Semoga Allah membalas mereka dengan yang lebih baik, lebih banyak, dan lebih berkah.  Aamiin..

Oh iya, mudik lebaran 2016, aku dan suami membuka rekening haji untuk bapak dan ibuku.  Tiap bulan aku dan adik-adik mengisi tabungan mereka sedikit demi sedikit. Modal nekat dan doa saja ini. Semoga Allah memudahkan hajat kami menghajikan ortu.

Di halaman Masjid Nabawi Madinah. Hajian 2016. Foto: Dokpri
Di halaman Masjid Nabawi Madinah. Hajian 2016. Foto: Dokpri

Berkunjung ke Haromain untuk yang ketiga kali sudah sepatutnya kuperbanyak rasa syukur. Apalagi berhaji dengan suami dalam kondisi sehat, bahagia, aman, nyaman, selamat, tertib, dan lancar. Rasanya tak ada tempat terindah, teromantis, dan paling mengesankan di dunia ini kecuali di sana. 

Pergi kemana-mana berdua sungguh nikmat. Ibadah, pengajian, kuliner, belanja, foto-foto, syuting, jalan-jalan selalu bersama.

Itulah saat yang tepat bagi kami untuk kembali berdiskusi tentang apa tujuan hidup kami, bagaimana mencapai tujuan hidup yang diridhoi Allah, saling menguatkan, saling berterima kasih, saling memaafkan. Semuanya sungguh indah.

Setiap sudut Masjidil Harom dan Masjid Nabawi yang pernah kami lalui rasanya masih lekat di ingatan. Memandang Ka'bah, towaf, serta sholat di dalamnya melengkapi kesempurnaan hikmah di dalam Masjidil Harom. 

Di sini juga, telinga batinku mendengar ada yang memanggil kembali suamiku dua kali. Dan sekali namaku dipanggil juga. Padahal tak ada yang kukenal di sekelilingku, pun tak ada teman se-KBIH di sana.

Bersama teman-teman satu grup di Jabal Magnet. Hajian 2016. Foto: Dokpri
Bersama teman-teman satu grup di Jabal Magnet. Hajian 2016. Foto: Dokpri

Yah, semoga Allah menakdirkan kami sekeluarga kembali ke tanah suci karena setelah berhaji pun ternyata keinginan untuk kembali ke sana tak pernah redup. Kukira semua jamaah haji seperti itu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun