Mohon tunggu...
Isriyati
Isriyati Mohon Tunggu... Pembaca dan penulis

Seseorang yang menggemari membaca komik Jepang (manga), menyenangi merangkai kata menjadi tulisan, menyukai jalan-jalan, dan mencintai warna oranye

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

"Menghadirkan Silaturahmi" di Masa Pandemi

17 Mei 2020   12:06 Diperbarui: 17 Mei 2020   12:10 277 2 3 Mohon Tunggu...

Beberapa hari kedepan, seluruh umat Islam di seluruh dunia akan merayakan Idul Fitri 1 syawal 1441 H. Tentunya ada yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dalam perayaan Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini. Dunia mengalami pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih merongrong, bahkan tak luput Indonesia pun sudah lebih dari 70 hari kita semua menjalani kehidupan dengan melakukan pembatasan sosial.

Idul Fitri atau lebaran identik dengan puncak pergerakan manusia baik untuk memenuhi kebutuhan maupun bersilaturahmi secara fisik dengan keluarga, sanak saudara, tetangga, dan kerabat. Perlu disadari dan dipahami bersama bahwa untuk tahun 2020 ini, kita akan menjalani lebaran yang berbeda. Tentu saja berbeda karena lebaran kita ini pun harus tetap dalam situasi pembatasan sosial dan jaga jarak.

Lantas bagaimana cara kita menghadirkan silaturahmi yang sudah merupakan tradisi rutin disetiap lebaran dengan aktivitas saling mengunjungi, salam-salaman, sungkem, open house, dan kumpul-kumpul bersama?

Silaturahmi dalam perayaan Idul Fitri di masa pandemi Covid-19 ini akan terasa sangat istimewa dan bahkan akan menjadi perdana yang dilakukan secara masif dan serentak di seluruh dunia. Physical distancing bukanlah menjadi hambatan untuk tetap merayakan hari kemenangan. Silaturahmi bisa dilakukan karena silaturahmi merupakan salah satu cara saling menguatkan dalam menjalani masa pandemi ini.

Dunia digital merupakan sektor yang bertahan bahkan berkembang dalam era pandemi Covid-19 ini bisa kita manfaatkan untuk tetap saling terhubung. Dua cara dalam berlebaran dan bersilaturahmi (apapun istilahnya: lebaran/silaturahmi digital/virtual/online) yakni:

Pertama, menggunakan sejumlah teknologi komunikasi. Ada beragam pilihan yang ada, seperti telepon biasa maupun video call dengan menggunakan aplikasi WhatsApp, Zoom, Google Meet, Skype, dan lain sebagainya. Pertemuan secara fisik bisa kita ubah menjadi pertemuan secara virtual dalam waktu bersamaan dengan tetap #DiRumahAja. Bahkan jasa telekomunikasi pun telah memberikan sejumlah promo dalam rangka menyambut hari kemenangan.

Kedua, jika terbiasa berbagi pada saat silaturahmi secara fisik, apapun bentuknya baik makanan/barang/oleh-oleh/parsel, tetap bisa kita lakukan. Selain digital, sektor yang bertahan adalah pasar online. Kita bisa melakukan pembelian dan pengiriman secara daring dengan tetap #DiRumahAja. Bahkan saat kita menerima paket kiriman, melakukan video call sembari unboxing paket tentu juga sama menyenangkannya. Hal ini juga termasuk pemberian THR pun bisa dilakukan dengan cara transfer.

Dua cara tersebut sebenarnya bukanlah hal yang benar-benar baru dilakukan. Terkadang kita pun secara tidak sadar pernah melakukan cara tersebut. Yang membedakannya hanyalah momen pandemi Covid-19 inilah  yang menjadikannya menjadi hal baru dan dilakukan secara serentak oleh seluruh dunia.

Mau tidak mau, suka atau tidak suka, memang kita dituntut untuk beradaptasi dengan keadaan. Mengubah kebiasaan dan menggantinya dengan cara yang berbeda dalam bersilaturahmi saat Idul Fitri tidaklah mudah. Akan tetapi dalam situasi saat ini, memang dengan tidak bepergian dan tidak mudik adalah langkah yang baik untuk mencegah penyebaran dan penularan virus corona demi diri sendiri, keluarga, warga masyarakat, dan kerabat.

Menahan diri bukan berati egois. Menahan diri bukan pula kalah dengan keadaan karena kita tidak sedang bermain-main dengan pandemi. Diperlukan kesadaran, pemahaman, dan kedewasaan berpikir bahwa tahun ini adalah tahun yang berbeda dan luar biasa. 

Mari berdoa agar ini segera berakhir. Biarlah tahun ini kita silaturahmi secara virtual. Meski raga tidak bisa hadir ditengah-tengah kebersamaan secara fisik, setidaknya mari kita hadirkan "rasa" penuh makna dalam balutan digitalisasi. Tetap patuhi protokol kesehatan, gunakan masker, dan #DiRumahAja.

VIDEO PILIHAN