Media

Kisah Laki-laki yang Pernah Bertemu Dajjal

12 September 2018   10:10 Diperbarui: 12 September 2018   11:04 252 0 0
Kisah Laki-laki yang Pernah Bertemu Dajjal
www.answering-christianity.com

Assalamualaikum...

Tamim Ad Dari adalah orang arab yang hidup di jaman rasulullah, yang pernah bertemu dengan Dajjal, sesungguhnya Dajjal sudah ada sejak Rasulullah Saw masih hidup, namun dajjal dibelengguh oleh Allah swt di suatu tempat. 

Tamim Ad Dari adalah seorang nasrani namun ia mendatangi Rasulullah untuk masuk atau memeluk agama islam dan dia menceritakan semua kejadian yang ia lihat mengenai Dajjal, namun Rasulullah sudah mengetahui tentang Dajjal sebelum disampaikan langsung oleh Tamim Ad Dari. Berikut ini kisahnya:

Dari Fatimah binti Qois ia berkata, "Aku mendengar penyeru Rasulullah`Shallallahu'alaihi wasallam menyeru, Ash Sholatu jaami'ah ! Lalu aku pun keluar menuju masjid dan sholat bersama Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam. Aku berada pada shof wanita yang ada di belakang laki-laki secara langsung. Maka tatkala Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam telah menyelesaikan sholatnya beliau duduk di atas mimbar sambil tertawa seraya bersabda "Hendaklah setiap orang duduk di tempatnya masing-masing."

Kemudian beliau bersabda, "Tahukah kalian mengapa aku mengumpulkan kalian? Mereka menjawab, Allah dan Rasul-Nya lebih tahu."Beliau bersabda, "Demi Allah, sesungguhnya aku tidaklah mengumpulkan kalian untuk memberikan anjuran atau ancaman. Akan tetapi, aku kumpulkan kalian karena Tamim Ad Dari tadinya adalah seorang Nashrani lalu ia datang untuk berbaiat dan masuk islam. Ia menceritakan kepadaku dengan cerita yang sesuai dengan apa yang pernah aku ceritakan kepada kalian tentang Al Masih Ad Dajjal.

Ia bercerita kepadaku bahwa ia berlayar dengan menggunakan kapal laut bersama tiga puluh orang dari Bani Lakhom dan Judzam, lalu badai mengombang-ambing mereka selama sebulan lamanya. Kemudian mereka berlabuh di sebuah pulau yang berada di tengah laut hingga matahari terbenam. 

Mereka pun duduk disampan-sampan kecil dan masuk ke dalam pulau. Disana mereka bertemu dengan makhluk ahlab (yang berambut banyak dan sangat tebal) yang dipenuhi dengan bulu yang tidak diketahui mana depan dan belakangnya karena sangat banyak rambutnya, mereka berkata, "Apakah engkau ini? Ia berkata, " Aku adalah Jassasah." Mereka bertanya kembali,"Aapakah Jassasah itu?" Ia berkata, "Wahai kaum! pergilah kepada orang yang berada di addair (rumah ibadah) itu, karena ia sangat ingin mengetahui kabar kalian."

Tamim berkata, "Ketika Jassasah menyebutkan kepada kami (tentang) seseorang, kami merasa takut jika ia adalah setan wanita, lalu kami pun pergi dengan cepat hingga masuk ke dalam addair. Ternyata di dalamnya terdapat orang yang sangat besar badannya yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Ia terikat dengan kuat, kedua tangannya disatukan dilehernya dan antara dua lutut sampai dua mata kakinya dengan besi. Kami berkata,"Celaka, apakah engkau ini?" Ia berkata, "Kelak kalian akan mengetahui kabarku, maka kabarkan kepadaku siapakah kalian?" 

Mereka berkata," Kami berasal dari bangsa Arab. Tadinya kami berlayar dengan kapal laut, tiba-tiba datanglah badai hingga mengombang-ambing kami selama sebulan, kemudian kami berlabuh ke pulaumu ini. Lalu kami duduk di sampan-sampannya dan masuk ke dalam pulau dan bertemu dengan mahluk yang dipenuhi dengan bulu, sehingga tidak diketahui mana depan dan belakangnya. 

"Kami berkata, "Apakah engkau ini?" Ia menjawab, "Aku adalah Jassasah ." Kami berkata, "Apakah Jassasah itu?" Ia berkata, "Pergilah kepada orang ini yang berada di dalam addair karena ia sangat ingin mengetahui kabar kalian."Maka kami segera pergi kepadamu dan merasa takut darinya. Jangan-jangan ia adalah setan."

Lalu Dajjal berkata, "Kabarkan kepadaku mengenai pohon kurma yang berada di Baisan (Yaqut Al Hamawi berkata, Ia adalah sebuah kota yang berada di Yordania dan terletak di semenanjung Syam, ada yang berkata bahwa ia adalah lidahnya bumi yang terletak antara Hauron dan Palestina). 

Kami berkata, "Mengenai apanya? Ia berkata," Mengenai pohonnya, apakah masih berbuah?" Kami berkata, "Ya, Masih." Ia berkata,"Sesungguhnya hampir-hampir ia tidak berbuah lagi."

Ia kembali bertanya, "Kabarkan kepadaku tentang danau Thobariyah!" Kami berkata, "Mengenai apanya?" Baca selanjutnya 👉 Https://akusayangislamku.blogspot.com/2018/09/kisah-laki-laki-yang-pernah-bertemu.html