Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Artikel Utama

Uji Coba Turis Asing Tanpa Karantina, Transisi Menuju Endemi?

5 Maret 2022   19:46 Diperbarui: 6 Maret 2022   14:09 417
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi WNA yang baru mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali | dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dimuat kompas.com

Jadi, kita harus siap-siap menyongsong era endemi, bukan lagi pandemi. Bisa jadi, uji coba tanpa karantina merupakan salah satu tahapan dalam rangka transisi menuju endemi.

Perlu diketahui, meskipun nantinya sudah masuk tahap endemi, bukan berarti Covid-19 dianggap tidak berbahaya. Hanya, tingkat penyebarannya terbatas pada wilayah tertentu dan relatif bisa diprediksi, kapan dan di mana kasus akan muncul.

Ya, kira-kira kondisinya sama dengan penyakit malaria, HIV dan TBC, yang tetap berbahaya namun dengan status endemi.

Terlepas dari apapun statusnya, pandemi atau endemi, yang paling penting adalah tingkat kesiapan masyarakat untuk hidup berdampingan dengan Covid-19.

Artinya, masyarakat tidak boleh cuek saja, tetap waspada. Mungkin nanti kita tidak wajib lagi pakai masker. Namun, dengan kesadaran sendiri, bila di tengah kerumunan, ada baiknya kita tetap pakai masker.

Kembali ke soal bebas karantina, kenapa uji coba di Bali, Batam dan Bintan? Tentu, karena Bali adalah destinasi wisata nomor satu di nagara kita dan namanya sudah harum di tingkat internasional.

Bali sudah punya pengalaman melaksanakan event yang besar dalam masa pandemi, seperti kompetisi Liga 1 yang masih berlangsung di berbagai stadion di Bali dengan menerapkan sistem bubble. 

Awalnya, banyak pemain yang terkena Covid-19 sehingga beberapa laga terpaksa ditunda. Tapi, sekarang kondisinya sudah semakin baik, tidak terdengar lagi pertandingan yang ditunda.

Sedangkan Batam dan Bintan memang sebelum pandemi menjadi tempat favorit bagi wisatawan dari Singapura dan Malaysia. Lagipula, pulau Batam dan Pulau Bintan relatif kecil dan lebih mudah dikontrol.

Ingat, kita sudah 2 tahun mengalami pandemi, dengan perhitungan yang matang, tentu kita harus bersiap-siap memasuki tatanan normal baru.

Normal baru, jelas bukan normal seperti sebelum pandemi, akan ada penyesuaian. Seperti budaya sering mencuci tangan, tak ada salahnya kita teruskan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun