Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Menjadi Pribadi yang Amanah di Dunia Nyata dan Dunia Maya

19 Oktober 2021   09:45 Diperbarui: 20 Oktober 2021   02:00 450 80 14
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi pengguna media sosial| Dokumentasi businessinsider.com via kompas.com

Maulid Nabi 2021 atau 1443 H bisa jadi bagi sebagian kita akan berlalu begitu-begitu saja, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Maksudnya, kita tahu bahwa Maulid Nabi itu artinya memperingati kelahiran Nabi Muhammad pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan hijriyah.

Untuk tahun ini, peringatan tersebut bertepatan dengan tanggal 19 Oktober 2021. Tapi, pemerintah menggeser hari libur Maulid Nabi menjadi tanggal 20 Oktober 2021.

Mungkin pemerintah khawatir, jika liburnya tetap tanggal 19 Oktober yang jatuh pada hari Selasa, maka hari Seninnya banyak pegawai yang meliburkan diri karena hari "kejepit".

Nah, kalau menyangkut hari kejepit, identik dengan pergerakan massa memanfaatkan long weekend dari Jumat malam hingga Selasa malam. 

Pergerakan massa tersebut, berdasarkan pengalaman sebelumnya, biasanya bertujuan ke kampung halaman atau ke destinasi wisata.

Kalau itu terjadi, dikhawatirkan sebagian mayarakat yang merasa pandemi sudah tidak mengancam lagi, akan "balas dendam" dan kebablasan kumpul-kumpul saudara dan teman tanpa mematuhi protokol kesehatan.

Jadi, dengan menggeser libur Maulid Nabi, artinya tidak ada long weekend, hanya berakhir pekan seperti biasa di hari Sabtu dan Minggu.

Baik, kita beranjak ke pokok bahasan tulisan ini. Bahwa selama ini sebagian kita mungkin menganggap libur Maulid Nabi hanya peristiwa rutin tahunan yang hanya dimanfaatkan sekadar untuk leyeh-leyeh atau jalan-jalan.

Ya, tentu semuanya kembali kepada masing-masing kita, bagaimana sebaiknya mengisi hari libur Maulid Nabi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan