Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Dua Masjid Mungil Menawan di Jalan Raya Padang-Payakumbuh

14 Agustus 2019   07:48 Diperbarui: 14 Agustus 2019   07:56 0 23 7 Mohon Tunggu...
Dua Masjid Mungil Menawan di Jalan Raya Padang-Payakumbuh
Masjid An Nur, Piladang (dok pribadi)

Dulu, bila penumpang bus atau mereka yang membawa kendaraan pribadi akan melaksanakan ibadah salat dalam perjalanan dari Padang ke Payakumbuh sejauh 125 km atau sebaliknya, tidak ada masjid yang bagus yang membuat pengunjungnya nyaman berlama-lama.

Jumlah masjid di sepanjang jalan raya tersebut memang relatif banyak, tapi rata-rata hanya masjid sederhana yang biasa terdapat di desa-desa.  Masjid ini diperuntukkan bagi masyarakat di desa tempat masjid itu dibangun. Jadi kalaupun disinggahi oleh pengendara, lebih bersifat kebetulan.

Adapun masjid yang lebih bagus terdapat di pusat kota dari beberapa kota yang terletak antara Payakumbuh dan Padang. Namun biasanya untuk memepercepat waktu tempuh, kendaraan pribadi tidak mau masuk pusat kota, tapi ikut jalur  bus dan truk yang memang tidak diperkenankan masuk kota.

Sebagai contoh, sebelum memasuki kota Bukittinggi, kendaraan dari Payakumbuh dengan tujuan Padang akan belok kiri, lalu menyisir pinggiran kota. Kemudian kembali ke jalur utama setelah kawasan kota Bukittinggi terlewati. Demikian juga ketika akan memasuki Padang Panjang. 

Dok pribadi.
Dok pribadi.
Tapi sekarang sudah ada masjid mungil yang menawan di jalur Payakumbuh-Padang. Paling tidak dari pengalaman saya menempuh jalur itu, Minggu (4/8/2019) yang lalu, ada dua masjid cantik yang saya singgahi.

Saya sebut mungil dalam arti kapasitasnya lebih kecil bila dibandingkan dengan masjid yang menyandang nama "masjid raya"  atau "masjid agung". Hanya ada sekitar 10 saf (baris) yang dibagi dua untuk jamaah pria dan wanita. 

Pertama, Masjid An-Nur yang terletak di nagari (sebutan desa di Sumbar) Piladang, tak begitu jauh setelah melewati batas kota Payakumbuh. Meski di pinggir jalan, karena posisinya yang tinggi, pengunjung harus melewati sejumlah anak tangga agar bisa sampai di masjid.

Tapi jangan khawatir dengan tangga tersebut karena cukup lebar dan aman. Bahkan di kanan dan kiri tangga terdapat area hijau yang cocok untuk latar belakang berfoto.

Dari prasasti pendiriannya, ternyata masjid ini dibangun secara pribadi oleh seorang dermawan dan baru diresmikan 10 Februari 2019. Makanya masjid ini terlihat rapi dan relatif bersih. Hiasan kaligrafi di bagian dalam masjid juga terlihat menarik.

Kaligrafi di bagian dalam Masjid An-Nur (dok pribadi)
Kaligrafi di bagian dalam Masjid An-Nur (dok pribadi)
Yang Kedua, Masjid Nurul Ilmi di nagari Kayutanam, tak jauh  setelah melewati air terjun Lembah Anai, bersebelahan dengan komplek sekolah terpadu INS (Indonesisch Nederlandsche School, yang didirikan pahlawan pendidikan nasional Mohammad Syafei di zaman penjajahan Belanda). Keistimewaan masjid ini adalah kubahnya yang meniru gaya Opera House di Sydney, Australia. 

Hanya saja masjid ini karena sudah sekitar 5 tahun berdiri, mulai terlihat membutuhkan perawatan dan tidak sebersih An-Nur. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x