Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Masih Ada Kesempatan Ezra Walian Bela Timnas

25 Maret 2019   15:11 Diperbarui: 26 Maret 2019   17:20 133 12 1
Masih Ada Kesempatan Ezra Walian Bela Timnas
dok. tempo.co

Kekalahan beruntun Timnas U-23 dalam babak kualifikasi Piala AFC U-23 di Vietnam seolah antiklimaks dari pencapaian yang sempurna satu bulan lalu, saat dengan label U-22 pasukan yang digembleng Indra Sjafri ini mampu memboyong trofi Piala AFF U-22.

Ada yang menduga bahwa kekalahan itu karena euforia seremoni penyambutan timnas yang berlebihan setelah meraih gelar juara AFF. Tapi banyak juga yang menuding Indra Sjafri terlalu mengistimewakan Egy Maulana Vikri, talenta muda kita yang merumput di klub Lechia Gdansk, Polandia.

Egy seperti kehilangan kelincahannya dan bahkan kerjasamanya dengan beberapa pemain lain, terutama Marinus Wanewar dan Osvaldo Haay, tidak berjalan dengan baik.

Alasan lain kekalahan timnas oleh beberapa pengamat dihubungkan dengan batalnya Ezra Walian tampil. Konsentrasi pelatih dan para pemain sempat terpecah, karena larangan bagi Ezra baru dipastikan beberapa jam sebelum laga perdana melawan Thailand, yang seperti diketahui menjadi mimpi buruk bagi timnas, dibantai dengan skor 4-0.

Vietnam seperti sengaja mengajukan protes atas dicantumkannya nama Ezra di skuad timnas U-23. Padahal waktu Ezra memperkuat timnas di Sea Games 2017, aman-aman saja. Protes Vietnam akhirnya dikabulkan panitia karena faktanya Ezra memang pernah memperkuat timnas Belanda U-17 pada kompetisi yang diakui secara resmi oleh FIFA.

Setelah itu banyak berita beredar di media bahwa tertutup sudah peluang bagi Ezra memeperkuat timnas, termasuk timnas senior, dengan preseden tersebut di atas. Apakah memang demikian?

Berita di kompas.id (24/3/2019) menyatakan bahwa masih ada peluang suatu saat Ezra kembali memakai jersey timnas Indonesia di lapangan hijau. Hal itu  terjadi bila upaya PSSI dalam melobi FIFA membuahkan hasil.

Jika lobi terhadap FIFA tersebut tidak berhasil, maka satu-satunya jalan adalah melobi Ezra Walian agar mau menetap di Indonesia minimal dua tahun, karena di mata FIFA, proses naturalisasi Ezra belum memenuhi salah satu persyaratan, yakni menetap di negara yang menaturalisasi minimal dua tahun.

Kiranya tentu banyak klub Liga 1 yang berminat merekrut Ezra dengan pertimbangan usianya masih muda, 21 tahun, dengan fisik dan teknik yang prima. Lagi pula statusnya di mata PSSI sudah menjadi WNI sehingga tidak mengurangi slot pemain asing di suatu klub.

Masa depan Ezra menarik dicermati, karena selama ini naturalisasi banyak diberikan pada pemain yang sudah berusia di atas 30 tahun, sehingga kalaupun bermain untuk timnas, paling hanya bertahan untuk dua-tiga tahun saja, seperti dulu yang dialami Christian Gonzales.

Irfan Bachdim dulu memperkuat timnas saat masih muda, namun setelah itu sering cedera, sehingga kualitas permainannya menurun. Diego Michels juga dinaturalisasi saat berusia remaja, namun permainannya kalah bersaing dengan pemain lokal.

Makanya, Ezra, pemain yang menetap di Belanda tapi punya darah Manado, sebetulnya adalah aset timnas di masa depan yang sayang bila akhirnya tersingkir begitu saja.